Pagelaran Wayang Kulit Dalam Rangka Bersih Desa Sumberdodol, Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

CB, MAGETAN – Bersih Desa merupakan sebuah adat kebudayaan yang sudah menjadi tradisi turun temurun dan dilestarikan sebagai ungkapan rasa syukur semua masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) atas segala rezeki yang dilimpahkan dari Tuhan Yang Maha Esa (YME).

Selain itu dipercaya juga bahwa bilamana ditinggalkan dipercaya akan mendatangkan suatu bala atau malapetaka.

Seperti halnya Desa Sumberdodol Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan yang menggelar pagelaran Wayangan Kulit semalam suntuk dalam rangka Bersih Desa, meski kini tengah berada dalam pandemi COVID-19.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Bersih Desa tahun ini betul-betul memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes), untuk membantu Pemerintah dalam upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Seperti setiap pengunjung diwajibkan bermasker, pengukuran suhu tubuh dan mencuci tangan dengan hand sanitiser, serta diterapkan pula phisychal distancing pada bangku penonton yang dibuat berjarak.

Acara Bersih Desa Sumberdodol ini di awali dengan pembagian santunan untuk warga yang kurang mampu, lalu dilanjutkan penyerahan apresiasi terhadap ketua RT teladan dan tertib lunas PBB, setelah itu dilanjut dengan doa bersama yang dipimpin seorang Kyai yang menjadi salah satu tamu undangan setelah itu dilanjutkan sambutan Kepala Desa serta Kepala Kecamatan Panekan.

Penyerahan lakon wayang dari Kepala Kecamatan kepada Dalang lalu dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dimainkan oleh dalang lokal Magetan Ki Putut Aguseno dengan lakon “Semar Mbangun Khayangan”.

Kepala Kecamatan Panekan Juri S.Sos dalam sambutanya mengatakan bahwa tahun ini berbeda karena kita berada dalam masa pandemi Covid-19 dan harus menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes), selain itu ia juga menegaskan bahwa tidak ada pelarangan dalam melakukan pementasan akan tetapi panitia penyelenggara diwajibkan mengikuti/ menjalankan Protokol Kesehetan (Prokes).

“Tahun ini terasa berbeda karena kita semua wajib melaksanakan Protokol Kesehatan karena sedang masa pandemi Covid-19, Pemerintah tidak melarang untuk menggelar sebuah pertunjukan akan tetapi panitia penyelenggara wajib mengikut atau menjalankan Prokes,” ungkapnya

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Desa Sumberdodol Karyono mengatakan bahwa pagelaran wayang kulit di desa sumberdodol ini akan menjadi rangkaian penutup acara Bersih Desa dan sudah menjadi adat istiadat di Desa Dumberdodol.

Selain itu, Karyono juga mengungkapkan bahwa meskipun saat ini sedang berada di tengah pandemi Covid-19, ia berharap acara Bersih Desa ini dapat berjalan lancar tanpa ada halangan apapun serta meminta agar segenap masyarakat Desa Sumberdodol untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan.

“Pagelaran wayang kulit ini akan menjadi penutup acara Bersih Desa dan sudah mrnjadi adat istiadat Desa Sumberdodol.”

“Meski saat ini kita berada di tengah pandemi Covid-19 semoga acara Bersih Desa ini dapat berjalan lancar tanpa suatu halangan apapun, dan saya minta agar segenap masyarakat Desa Sumberdodol agar selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,”pungkasnya. (ton/nanda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *