CB-Lumajang, Istri Bupati Lumajang, Musfarina berkunjung ke Pantai Laskar Pelangi di Desa Wotaglih pada hari Minggu, (20/9/2020). Kedatagannya pun disambut warga yang kebetulan juga sedang berliburan di sana.
Kepala Desa Wotgalih mengatakan, sebelum jadi tempat wisata, dulu di banyak warga yang datang ke sana untuk makan-makan di bawah pohon cemara. Kemudian dijadikan tempat wisata dan dikelola oleh organisasi yang ada di desa setempat yakni Laskar Pelangi.
“Organisasi itu harus betul-betul resmi, ada SK Kepala Desa, punya Kemenkumham, disitu akan muncul akta dari notaris,” katanya.
Selanjutnya harus dilihat lahan yang ada di lokasi wisata itu milik siapa. “Kita harus melihat, tanah ini kekuasaan siapa, rata-rata di pinggir laut itu diklaim oleh kelautan. Sementara di sini juga di pinggir sungai atau masuk pengairan. Atau masuk PT Bumi Subur, bisa jadi dini diklaim oleh Perhutani. Saran saya ditelusuri dulu, kalau ini milik Perhutani, harus ada organisasi dari arahan Perhutani yaitu LMDH,” katanya.
Dengan adanya wisata tersebut, tentunya menambah banyak tempat yang bisa dikunjungi wisatawan di Desa Wotgalih. “Dalam satu desa wisata itu bisa terdiri dari banyak ikon, banyak tempat,” pungkasnya.
Ketua Panitia, Jumali, menambahkan, pihaknya sudah membentuk Laskar Pelangi dan membersihkan tempat itu untuk menjadi lokasi wisata. “Tujuannya kita juga ingin menciptakan lapangan kerja, ada warung-warung, sebelumnya kan kumuh,” katanya.
Ia mengatakan anggota Laskar Pelangi ada 30 orang lebih, mereka membersihkan tempat itu sejak 2 bulan yang lalu. Rencananya pada bulan depan Pantai Laskar Pelangi diresmikan, menunggu warung-warung milik masyarakat sudah siap.
“Saya berharap, kita semua maju dan semangat menarik wisatawan ke tempat ini. Terimakasih dukungan dari masyarakat serta hadirnya Babinkamtibmas Desa Wotgalih Bripka Bima Esayusanta dan kepala desa untuk kemajuan Desa Wotgalih,” pungkasnya.(Hardy)
