CB, Tanah Bumbu – Calon Bupati Tanah Bumbu Nomor Urut 1 (satu) Syafruddin H. Maming (SHM) sengaja menghampiri warga guna mendengar keluhan para pedagang dipasar Ikan Pagatan, Kusan Hilir,Tanah Bumbu, Kalsel, Minggu (4/10).
Syafruddin langsung disambut oleh Ketua Perkumpulan Pedagang Ikan Basah (PPIB) Pagatan, Fahrudin, pada kesempatan itu Fahrudin pun menyampaikan harapannya kepada Suafruddin atau Cuncung sapaan akrabnya.
Cuncung yang juga saudara Mardani H . Maming (Mantan Bupati Tanah Bumbu periode.2010 – 2015 dan 2015-2018 itu, mengatakan bahwa “Sangat sunyi pasar kita, sangat sunyi saat ini karena terdampak Covid-19.
Tentunya kami berharap jika saudara kami ini Syafruddin menjadi orang nomor satu atau Bupati Tanah Bumbu, bisa memikirkan agar pasar Pagatan ini ramai kembali,” ujar Fahrudin.Lanjutnya, Fahrudin berharap.
Menurutnya, pandemi Covid memang berdampak langsung pada keberlangsungan kegiatan di pasar ikan Pagatan. Apalagi, bangunan Pasar Ikan Pagatan juga sempat ambruk sebagian terkena arus sungai pada bulan Juli lalu.
“Bangunan pasar yang sebagian ambruk juga membuat kondisi pasar jadi semakin sepi karena pedagang masih khawatir Ketika pedagang sepi, maka pembeli pun berkurang ” kata Fahrudin.Keluh kesahnya.
Mendengar keluhan sekaligus harapan tersebut, Syafruddin H. Maming menilai diperlukan komitmen serta keberpihakan dari pemerintah untuk memastikan pasar tradisional bisa kembali jadi pilihan utama bagi masyarakat.
“Memang diperlukan komitmen, ketegasan, dan keberpihakan untuk memajukan dan meramaikan kembali pasar tradisional.
Insya Allah, pasangan SHM-MAR siap menjalankan komitmen dan menunjukkan keberpihakan untuk pedagang-pedagang kecil dan UMKM,” ucap Syafruddin.
“Ada alasan juga mengapa kami mengusung slogan “Bersama Rakyat, Kita Menang”. Tiap kebijakan kami jika nantinya terpilih, pastinya akan berpihak kepada kebutuhan rakyat. Itu komitmen kami,” ungkap Cuncung yang swbelumnya jabat anggota DPR RI Komisi VII tersebut.
Menurut Cuncung bahwa revitalisasi pasar memang diperlukan untuk menarik kembali pelanggan agar tertarik ke pasar tradisional.
Namun, semua harus realistis bahwa kondisi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung jadi kendala hampir di semua sektor.
“Daya beli masyarakat di tengah kondisi pandemi ini memang tetap harus dijaga agar kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan.
Di samping itu revitalisasi pasar yang sempat ambruk, juga harus diiringi ajakan dan insentif agar para pedagang bisa kembali,” ungkap Syafruddin.(Jhon)
