Bupati Maryoto Pinta Warga Sine Tidak Panik dan Tetap Jalankan Aktivitas Seperti Biasa

CB, TULUNGAGUNG  – Pasca ribuan ikan menepi di bibir Pantai Sine, Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung dan sempat menghebohkan warga sekitar, jadi perhatian publik. Pasalnya, ribuan ikan yang tiba-tiba menepi itu dianggap waga sekitar tanda-tanda akan datangnya musibah tsunami.

Mengingat ada prediksi, yakni di Pulau Jawa dikabarkan memiliki potensi terkena tsunami setinggi 20 meter di Selatan Pulau Jawa. Bahkan gelombang lautan raksasa itu diperkirakan hanya butuh waktu selama 20 menit untuk sampai pinggir pantai. Tak heran dan merasa panik takut terjadinya tsunami, warga sekitar pantai ini pun berhamburan menuju tempat yang dianggapnya aman.

Tak ingin melihat warganya berlarut dari ketakutan, Senin (12/20), Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM mengunjugi warga yang berada di pantai Sine tersebut. Bupati yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala BPBD Tulungagung serta muspika setempat ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat.

Kedatangan bupati selain memberi motivasi kepada warga, bupati juga memberi pemahaman soal musibat tsunami ini biasanya diawali adanya gempa terlebih dulu dan kekuatan gempa pun diatas 7 scala rikter dengan durasi kisaran 20 detik.

”Jadi, tanda-tanda tsunami itu diawali dengan adanya gempa terlebih dulu dengan kekuatan 7 scala rikter keatas dan durasinya 20 detik,”kata Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo dalam acara sosialisasi kepada warga di PPI pantai Sine, kemarin.

Bila sudah ada tanda gempa seperti itu, lanjut Bupati Maryoto, para warga segera mungkin untuk menyelamatkan diri dan tanpa harus menunggu instruksi dari pihak BMG.

”Kalau memang sudah ada tanda gempa seperti itu dan waktu 20 menit setelah terjadinya gempa, maka para warga harus kompak dan sudah berada ditempat yang aman dari hempasan tsunami,”papar bupati.

Masih kata bupati, dari kejadian kemarin semua bisa diambil hikmahnya dan kejadian yang sempat menghebohkan itu anggap saja sebagai simulasi akan terjadinya tsunami. ”Mestinya ikan-ikan yang ada dibirbir pantai itu adalah rejeki yang tak terduga, tapi kenapa sampeyan-sampeyan malah lari,”hibur bupati dengan nada canda pada warga yang hadir dalam sosialisasi penanggulangan bencana alam itu.

Untuk para nelayan, imbuh bupati, tidak perlu takut atau panik serta susah harusnya kembali beraktivitas seperti sediakala. Sehingga, kebutuhan keluarga untuk keseharian tetap bisa tercukupi. Dan, apabila ada usulan untuk usaha warga sekitar pantai untuk segera mengajukan, yakni melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. ”Monggo para warga yang membutuhkan modal usaha bisa mengajukan langsung ke dinas terkait dan biar diajukan langsung ke pemkab,”jelas Bupati Maryoto pada warga Desa Sine, kemarin.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *