CB,TULUNGAGUNG – Kathijah, (80), janda asal warga dusun Sine Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung ini hidup digaris kemiskinan. Namun, ironisnya, pendemi covid yang sudah berjalan tujuh bulan, namun tak satu pun bantuan yang menghampiri rumahnya yang berlantai tanah liat itu.
Padahal, sesuai instruksi pemerintah, yakni semua anggaran dipangkas berkisar 50 persen guna penanganan Covid-19, termasuk dana desa (DD). Namun, kenyataannya, masih saja ada warga yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan, justru terabaikan. Bahkan, hal ini tidak terjadi pada diri Khatijah saja.
”Bantuan nopo niku pak (bantuan apa itu pak), kulo mboten nete angsal (saya tidak pernah dapat),”ujar Khatijah, sembari meneruskan aktivitasnya membuat sapu lidi saat ditemui Cahaya Baru di kediamannya.
Silas (55), Ketua RT 05 RW 01 dusun Sine ini tidak menampik bila warganya bernama Khatijah ini belum pernah menerima bantuan. Padahal, berkisar 56 KK warganya itu
sudah ia setorkan di pihak desa, namun tidak banyak yang mendapatkan bantuan terdampak
Covid-19.
”Saya juga bingung saat warga pada tanya soal bantuan itu,”kata Silas saat dikonfirmasi Cahaya Baru dikediamannya yang tidak jauh dari Pantai Sine itu.
Bahkan, imbuh Silas, saat penyaluran PKH dirinya juga tidak tau menahu, karena bantuan tersebut diberikan langsung oleh pihak perangkat dase ke bersangkutan. ”Jadi, kadang saya juga bingung,”paparnya
Sementara itu, diduga keberadaan para RT hanya pelengkap saja dan mereka kadang tidak tau tupoksi sebagai RT.
Tak pelak, belum lama ini kantor Desa Kalibatur ini telah didemo warganya terkait bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikinan setempat yang diperuntukkan para nelayan terdampak covid.
”Belum lama ini kantor Desa Kalibatur di demo warga yang menayakan terkait bantuan itu mas. Mungkin mereka yang tidak menerima bantuan,”kata SL kepada Cahaya Baru.(rul)
