Masyarakat Desa Gempol Kurung Resah Bau Sampah Menyengat di Tempat Pembuangan Akhir dan di Aliran Sungai yang Kotor

CB, Gresik – Polemik sampah adalah masalah yang sangat serius terlebih lagi jika sampah tersebut tidak di tangani dengan baik maka akan berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar, Kamis (26/11/2020)

Seperti halnya yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) didesa Gempol Kurang Kecamatan Menganti, sangat memprihatinkan begitu menyengat berbau tidak sedap dan terlihat menggunung dan berserakan kemana mana.

Yang lebih memprihatinkan lagi aliran sungai yang dekat dengan TPA tersebut ikut terkena dampaknya sehingga aliran sungai yang seharusnya terlihat bersih dan jernih dan tidak berbau akhirnya tercemari oleh sampah sampah yang dihasilkan TPA sehingga aliran sungai airnya menjadi menghitam dan kotor penuh sampah dan berbau tidak sedap

Banyak masyarakat yang mengeluhkan akibat bau tidak sedap ketika melintasi jalan menuju desa Gempol kurung, karena dijalan masuk desa Gempol Kurung terdapat tempat pembuangan akhir yang juga dekat dengan Kantor Balai Desa Gumpul Kurung.

Begitu sangat terlihat disisi sebelah kiri terlihat gunungan sampah yang begitu membludak dan berbau tidak sedap

Apalagi dimusim penghujan seperti ini sangat rentan terjadinya penyebaran virus- virus penyakit dan juga terjadinya penyebaran bibit – bibit nyamuk demam berdarah ataupun nyamuk malaria sehingga sangat meresahkan warga masyarakat desa Gempol Kurung Kecamatan Menganti.

Saat dikonfirmasi oleh awak media terkait sampah di tempat pembuangan akhir yang memang perlu penanganan yang serius, kepala desa Gempol Kurung, Nuriyadi dikantornya menuturkan “ya wes memang begitu adanya TPA nya dan mau gimana lagi karena nanti kita akan dianggarkan untuk pembangunan tempat pembuangan akhir di tahun 2021 nanti, ” ujarnya.

Setelah memberikan keterangan kepada awak media kemudian kepala desa Gempol kurung pergi menemui seseorang dan mengajak keruang kerjanya

Ditempat terpisah tempat pembuangan akhir, awak media konfirmasi kepada salah satu warga yang berada di situ dan juga sebagai petugas kebersihan yang ikut menangani urusan sampah dilingkungan masyarakat menuturkan,”sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah desa Gempol Kurung terkait penanganan sampah sampah disini, kita iuran 8000 ribu rupiah untuk biaya kebersihan lingkungan dan dari iuran tersebut itu digunakan untuk biaya petugas kebersihan, kita iuran semuanya dari 6 RT per KK dikenakan biaya Rp 8000 ribu rupiah,” ujarnya

Diharapkan ada solusi yang terbaik untuk penanganan masalah yang serius terkait sampah ditempat pembuangan akhir dari dinas dinas terkait pemerintah kabupaten Gresik, agar warga masyarakat Gresik terhindar dari berbagai macam jenis penyakit. (Guh/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *