CB, Tanah Bumbu – Joko Widodo minta kepada seluruh kepala daerah se Indonesi khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, agar lebih bersemangat dalam menjalankan program kerja untuk meningkatkan perekonomian di daerah masing-masing selama masa pendemi COVID-19.
Presiden menyampaikan bahwa sejumlah Kepala Daerah di seluruh indonesia telah menyimak arahan Presiden Jokowi dalam rangka pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) 2020 secara virtual.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan H. Rahmat bersama di ruang DLR Kantor Bupati, 04/12/20 mengatakan, pertemuan secara virtual tersebut mengusung tema Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi.
Seperti apa yang disampaikan oleh Presiden bahwa pihaknya meminta agar pemerintah daerah dapat bersinergi dengan Bank Indonesia (BI),” ucaonya.
Presiden juga meminta kepada pihak BI agar dapat mengambil bagian lebih signifikan dalam reformasi fundamental yang kini sedang digulirkan.
Diharapkan agar BI berkontribusi lebih besar dalam menggerakkan sektor riil, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, dan membantu para pelaku usaha terutama UMKM untuk bisa kembali produktif.
“Pada kondisi krisis seperti ini kita harus bergerak cepat dan tepat, positive thinking dan jangan membangun tembok tinggi untuk berlindung dibalik otoritas masing-masing,” ujar Presiden yang dikutip oleh Rahmat.
Kita harus berbagi beban, bertanggung jawab untuk urusan bangsa dan negara ini, agar negara kita mampu bertransformasi menjdi kekuatan ekonomi baru di tingkat regional dan global,” katanya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) dikutip dari YouTube Bank Indonesia.
Akan tetapi pemerintah berketetapan hati melakukan reformasi struktural membenahi regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit.
“Kita semua tahu bahwa saat ini Indonesia dalam posisi nomor satu di Global Complexity Index yang paling rumit di dunia dan itu harus kita akhiri,” imbuhnya.
Hal itu menunjukan semangat yang mendasari lahirnya UU cipta kerja yakni menciptakan iklim usaha yang kondusif, berdaya saing, sehingga UMKM lebih berkembang dan industri padat tenaga kerja tumbuh dengan pesat.
Lanjutnya, upaya penanganan COVID-19 baik sisi kesehatan maupun ekonomi kini mulai membuahkan hasil.
Bahwa, mulai 3 Desember 2020, kasus aktif COVID-19 di Indonesia lebih rendah dari angka dunia yakni 12,72 persen berbanding 28,04 persen.
Sinyal positif sektor perekonomian tampak semakin baik yakni pada triwulan ketiga 2020 perekonomian Indonesia terkontraksi minus 3,49 persen atau lebih baik jika dibandingkan triwulan kedua 2020 yang terkontraksi minus 5,32 persen.
Pasalnya, telah menunjukan titik penurunan, titik balik menuju membaik, tren positif membaik dan dengan momentum ini saya yakin kita akan bergerak lagi ke arah positif di7 triwulan keempat dan seterusnya, ungkap Rahmat seperti yang disampaikan Jokowi.(Jhon)
