Humanisme, Perjuangan Nilai Tertinggi Dari Tujuan Pendidikan Nasional

CB, GRESIK – Kemerdekaan berfikir serta berpendapat bagi setiap warga negara Indonesia telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar Tahun 1945, melalui format yang telah tertuang pada peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemendikbud).

Humanisme adalah nilai tertinggi dalam ber-Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab dan menjadi esensi dari tujuan pendidikan Nasional yang harus kita perjuangkan bersama.

Akademisi yang terkarakter dari lingkungan yang jauh dari kehidupan sosial, Bangun Rejo Kota Surabaya adalah tempat dimana Biycan Crah Hamdani dimana dilahirkan, mengawali dan melangsungkan hidup di tengah lingkungan kerasnya kota Megapolitan.

Dikemas dalam diskusi ringan seputar perkembangan teraktual proses dan hasil dari pada tujuan pendidikan Nasional bersama Biycan Crah Hamdani, S.Pd selaku Hubungan Masyarakat (Humas) SMK Negeri 1 Duduk Sampeyan dengan awak media Cetak & Online Cahaya Baru, Kamis (10/12/2020).

Era perubahan atau modernitas sumber daya manusia (SDA) diawali dengan kontroversi rasionalitas atau logika-logika baru, atas kemerdekaan berfikir itulah rasionalitas tidak hanya dari kalangan akademisi namun bagi setiap individu yang berani untuk berlogika.

Mengingat sains dan ilmu pengetahuan teknologi masih mendominasi sebagai mata pelajaran yang prioritas pada proses belajar mengajar saat ini, menjadi kesan keprihatinan dari Biycan Crah Hamdani, S.Pd, bahwa kedepan generasi penerus bangsa apakah masih mencerminkan luhurnya peradaban.

Ditengah situasi dan kondisi Nasional yang masih disibukkan dengan penanganan serta penanggulangan pandemi covid-19, lembaga pendidikan daerah telah nampak melakukan persiapan guna melangsungkan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Diantaranya adalah lembaga pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Duduk Sampeyan, terlihat beberapa peserta didik yang dipandu oleh Biycan Crah Hamdani, S.Pd usai melakukan beberapa kali simulasi protokoler kesehatan sebelum menemui awak media.

Substansi dan esensi dari tujuan penyelenggaraan pendidikan Nasional harusnya sudah selesai dengan filosofi dasarnya dari Bapak Pendidikan Nasional pertama Ki Hajar Dewantoro yaitu Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.(Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *