Perbaikan Jalan Raya Provinsi Berkat Kegigihan Ketua AKD kecamatan Kedamean, Gresik

CB, Gresik – Bermotto berhias iman, banyak dikenal sebagai kota pudak, terdapat 330 jumlah desanya, terkoordinir dalam 18 pemerintahan tingkat kecamatan, berada di wilayah daerah provinsi Jawa Timur, Negara Kesatuan Republik Indonesia, ialah kabupaten Gresik, wilayah daerah penyangga dari kota besar Surabaya.

Usai dilantik secara bersamaan oleh Gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu, kepala daerah kabupaten dan/atau kota yang baru terpilih, secara bersamaan telah resmi dan akan memulai masa kerjanya sebagai Bupati-wakil (Periode Tahun 2021-2026), tak terkecuali wajah baru sebagai pemimpin daerah kabupaten Gresik.

Mengulas sedikit tentang internal wilayah daerah kabupaten Gresik, mulai dari teretori, kultur, budaya, kepribadian masyarakat/penduduk dan serta para stakeholdernya.

Bersama figur baru, seorang stakeholder tingkat kecamatan yang dewasa ini turut mewarnai keberlangsungan proses penyelenggaraan pemerintahan, ialah Abdul Mufid sebagai ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Kedamean, Gresik.

Dikemas dalam obrolan ringan, terlihat Abdul Mufid usai Sidak (Inspeksi Mendadak) dari lapangan dan sedang berbicara dengan beberapa perangkat desa, mempersilahkan duduk saat kedatangan awak media cetak dan online Cahaya Baru, sesaat sebelum diajak masuk ke ruang kerjanya, (awal bulan Februari, 2021).

Karakter, tampak raut muka yang serius, Abdul Mufid menuturkan bahwa telah menjadi kebiasaannya, yaitu senantiasa turun ke lapangan untuk melihat-lihat suasana dan apa yang telah menjadi rutinitas para penduduk desanya, pulang sebentar waktu dini hari dan melanjutkan kegiatan sesuai sholat Subuh, tuturnya, seraya menempati tempat duduk di ruang kerjanya.

Abdul Mufid, sudah hampir 2 Tahun masa jabatannya sebagai Kepala Desa (Kades) Kedamean kecamatan Kedamean, satu wilayah dari 18 kecamatan yang ada dalam teretori wilayah daerah kabupaten Gresik.

Teretori wilayah kecamatan Kedamean yang masih dipenuhi dengan lahan pertanian, dengan sistem pertanian hanya mengandalkan air hujan (lahan tadah hujan), kerja keras tanpa mengenal lelah bagi para penduduk desa harus mendapat dorongan semangat dari semua pihak, dan kiranya telah menjadi prioritas kinerja bagi Abdul Mufid guna memotivasi, dengan rutin menyempatkan diri untuk mengunjungi lahan-lahan pertanian penduduk desa.

Kegigihan, vocal dan tanpa ragu, nampak jelas pada penekanan kata dari sosok Abdul Mufid saat bercerita kepada Cahaya Baru. Sesuai dengan informasi yang awak media dapat, bahwa konon banyak kalangan dari pers media maupun lembaga kontrol sosial yang lain, sangat segan bila berkunjung.

Akan hal tersebut, menjadi klarifikasi dari awak media Cahaya Baru, dan Abdul Mufid selaku Kades membenarkan, bahwa sebagai narasumber selain mempunyai hak untuk tidak menemui dengan berbagai alasan, apalagi telah menjadi image yang tidak berorientasi pada profesionalitas, dirinya tidak segan-segan untuk menegur siapa saja yang tidak mematuhi peraturan pemerintah desa.

Dalam pada hal ini, Abdul Mufid selaku Kades mencontohkan tentang pemberlakuan peraturan protokoler kesehatan, siapa saja yang berkunjung ke Balai Desa Kedamean wajib mentaati peraturan tersebut, apalagi yang bernotaben sebagai kontrol sosial bila tidak turut bertanggung jawab sebagaimana mestinya, bagaimana bila penduduk desa saya mengetahui dan saya membiarkan saja tentang hal itu ?, ungkap Abdul Mufid, saya juga orang lapangan yang juga mempunyai empati kepada teman-teman sekalian, ucapnya.

Tegas dalam bertutur, pengaruh penting sebagai tokoh sentral dari para Kades yang berada di wilayah kecamatan Kedamean telah terbukti, Abdul Mufid selaku ketua AKD kecamatan bahwa dalam setiap kesempatan pada forum-forum pertemuan yang melibatkan petinggi-petinggi daerah, provinsi maupun pusat, dirinya sering mengemukakan pendapat dan bahkan tidak segan untuk menyampaikan sebuah kritikan kepada siapapun, sebagai hasilnya adalah jalan raya provinsi yang tepat berada didepan balai desa Kedamean telah diperbaiki, tuturnya.

2 Tahun kiprah Abdul Mufid sebagai publik figur sebagai Kades dan ketua AKD kecamatan Kedamean, akomodatif setiap aspirasi dan mudahnya dalam beradaptasi dengan semua kalangan (akrab dengan sejawat/petinggi-petinggi AKD kabupaten, besar harapan sinergitas kinerja beserta komponennya, dapat menyongsong cita-cita dan keinginan semua pihak.

Menjadi kesimpulannya, dengar pendapat antara Cahaya Baru dan Abdul Mufid selaku Kades maupun ketua AKD kecamatan Kedamean, adalah bahwa selain fokus pemerintah saat ini dalam penanggulangan pandemi juga pada pemulihan ekonominya, wajah baru pemerintah daerah kabupaten Gresik, atas dukungan dari semua lini masyarakat tentunya, semangat penduduk desa khususnya, ditunjang dengan profesionalitas setiap elemen pemerintahan, dibarengi dengan soliditas AKD, iklim kondusifitas yang tercipta akan dapat segera terwujudnya semua program pemerintah daerah.bersambung.(Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *