CB, Blitar – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro ditingkat RW yang sudah berjalan dua bulan dan terus diperpanjang hingga tiga kali, sangatlah efektif hasilnya dalam menekan kasus konfirm diwilayah kota Blitar. Acara penilaian posko PPKM mikro ini dihadiri oleh Camat, lurah serta tim penilai. Dengan adanya itu pihak pemkot berupaya memberikan penghargaan atas kerja kerasnya dengan mengadakan lomba kampung tangguh. Tim yang ditunjuk untuk melaksanakan penilaian yaitu dari unsur TNI, Polri dan Kesehatan. Rabu (24/03/2021).
“Dalam rangka Hari Jadi Kota Blitar pemerintah ingin memberikan perhatian serta penghargaan kepada seluruh RT dan RW atas jerih payah dan kerja kerasnya dalam mendukung keberadaan Posko PPKM mikro, walaupun untuk keseluruhan sudah dibantu melalui anggaran kelurahan dan sebagainya,” ucap Parminto Camat Kepanjenkidul.
Lebih lanjut Parminto mengatakan, bahwa untuk melaksanakan penilaian pihak kecamatan diminta untuk mengusulkan satu RW posko PPKM terbaik yang ditunjuk oleh kelurahan. Untuk kelurahan Kepanjenkidul yang terpilih adalah RW tujuh atau kampung pitu.
“Tim pelaksana penilaian kita ambil dari pembina posko PPKM yakni Koramil, Polsek dan Puskesmas. Hari ini dan besok sudah bergerak untuk melakukan penilaian,” tuturnya
Masih menurutnya, bahwa yang dinilai adalah keaktifan posko tersebut, sarana prasarana dan keterlibatan satgas serta keguyuban warga dalam menangani pandemi covid-19.
“Harapan kami, jelas seperti ini akan semakin memotivasi dan goalnya adalah menuju kota Blitar yang hijau atau green. Tidak ada kasus, bisa mengendalikan serta semua terlibat untuk memutus mata rantai covid-19,” ungkapnya
Secara terpisah, tim penilai juga mengatakan bahwa dasar hukum dari pembentukan PPKM mikro adalah instruksi dari Menteri Dalam Negeri No.3 tahun 2021 dan ditindak lanjuti melalui Gubernur Jawa Timur serta Walikota.
“Didalam PPKM mikro ada satgas yang terdiri dari 4 tim, yaitu pencegahan, penindakan, pembinaan dan pendukung. Posko sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 dalam skala mikro, dilaksanakan dengan pendekatan kesepakatan, komunitas, gotong royong, kompak, dan adaptif,” jelas salah satu tim penilai.
Sedangkan untuk sesi berikutnya, lanjut tim penilai, akan ada wawancara secara langsung untuk mengetahui fungsi keberadaan posko PPKM.
Selanjutnya menurut ketua RW tujuh, Riyono mengatakan bahwa posko kita tempatkan di jalan Irian. Dalam pelaksanaan PPKM mikro sudah sesuai dengan apa yang diarahkan oleh tim penilai. Setiap pertanyaan kita jawab dengan bukti serta penerapan prokes.
“Contohnya seperti pencegahan, kita setiap hari Minggu RT beserta warga melaksanakan penyemprotan dengan disinfektan ditiap rumah. Itupun untuk masing – masing rumah kita sarankan didepan untuk menyiapkan air untuk cuci tangan. Seperti juga bila ada tamu dari luar kota, warga akan melapor ke RT, RW lanjut ke Satgas. Itu tamu harus menunjukkan surat rapid test. Jadi untuk itu yang jelas harapan kami dari RW tujuh atau kampung pitu semoga bisa menang meraih penghargaan dari pemerintah kota Blitar,” pungkas Ketua RW optimis. (Pram)
