CB, Lamongan – Sosok tenaga pendidik yang satu ini, terbilang sabar dan telaten. Betapa tidak, murid yang di didiknya berkebutuhan khusus/ anak memiliki kelainan/ anak luar biasa. Siapapun yang memilih profesi mulia ini, harus memiliki keahlian khusus. Serta tak kalah penting, sabar dan telaten.
Berbekal itu lah, akhirnya menghantarkan guru yang satu ini di angkat menjadi tenaga fungsional di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan dengan pangkat Penata Muda/Gol III B. Selain itu, dirinya juga pernah memegamg jabatan sebagai Kepala Sekolah dilembaga pendidikan SMPLB Ma’arif Lamongan yang tak jauh dari tempat tinggalnya ditengah kota Lamongan.
Siapakah sosok guru tersebut dia adalah Susi Firiandari, S.P,d nama lengkap perempuaan lahir 16 Oktober 1969, menceritakan awal karirnya .saat masih menjadi tenaga guru honorer selepas lulus SMA di Lamongan tahun 1989, Susi panggilan akrabnya kemudian melanjutkan pendidikan di SGPLBN (Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa Negeri), program D2 (diploma 2) jurusan D tuna Daksa (Disabilitas Fisik) Setelah lulus, kemudian melamar menjadi guru di SDLBN Lamongan dan diterima mengajar saat itu statusnya masih guru honorer/ belum diangkat PNS.
Di tengah kesibukannya sebagai guru honorer dia masih menyempatkan melanjutkan pendidikan S1 di IKIP Surabaya Jurusan PLB (Pendidikan Luar Biasa) dan lulus tahun 1996. Seiring, dengan perkembangan jaman sekolah umum saat ini juga ada yang membuka kelas inklusi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), di sekolah ini anak yang berkebutuhan khusus maupun tidak akan belajar di kelas yang sama dan mendapat pendidikan serupa. Hal ini membuat lulusan jurusan PLB di Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan.
” Waktu itu, (Honorer,Red), saya sudah sempat tidak krasan dan mau keluar karena sudah 4 kali ujian pengangkatan CPNS di Kanwil Dinas Pendidikan Provinsi Jatim tidak lolos. Namun, Orang tua melarang supaya saya tetap sabar mengikuti ujian lagi, jangan putus asa. Pesan Bapak ketika itu. Akhirnya, saya coba lagi ujian ke 5. Alhamdulilah, akhirnya lulus dan SK pengangkatan PNS tahun 2000, saat itu masih Gol. II b, ” kenang Susi Firiandari putri Alm.Soeparman PNS PU Pengairan Provinsi Jatim tersebut
Istri Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Glagah ini lalu menuturkan, model pembelajaran siswa SLB sangat berbeda dengan model pembelajaran siswa di sekolah pada umumnya. Guru yang mengajar, selain harus memiliki keahlian khusus, sabar dan telaten juga menjadi kunci keberhasilan mendidik anak yang berkebutuhan khusus tersebut. ” Siswa yang sekolah disini (SDLBN) kan, berbeda dengan siswa lain di sekolah umum, ” kata perempuan dari empat bersaudara tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Wahid Wahyudi, MT dikonfirmasi melalui Dr. Suhartono Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) yang dikenal peduli terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Jawa Timur masih belum berhasil diwawancarai media cahayabaru.id.(ncs)
