PCR Swab dulu, Kalau Aman Baru Vaksin

CB, Surabaya –  Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyampaikan informasi mengenai vaksin massal, di Antara Jatim siang ini Kamis, 24 Juni 2021 pukul 11.23, melalui Rilis oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Drg. Febria Rahmanita, yang akrab dipanggil Bu Feni.

Menyikapi hal tersebut, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Surabaya memberikan tanggapannya.

Ketua Fraksi PKS Akhmad Suyanto menyampaikan, FPKS menyambut gembira inisiatif Pemkot tersebut. “Namun demikian, perlu diketahui terlebih dahulu berapa nilai imun masyarakat Surabaya yang akan divaksin. Ketahui CT value-nya dulu. Kalau aman, baru vaksin diberikan,” ujarnya.

Cak Yanto, panggilan akrabnya, menambahkan agar masyarakat Surabaya jangan langsung di vaksin. “Kita belajar dari vaksinasi pertama yang ada beberapa keluhan gejala akibat reaksi vaksin. Amankan dulu rakyat dengan seksama,” katanya.

Lebih lanjut Yanto menjelaskan mengapa PCR Swab mesti terlebih dahulu dilakukan. “Karena pemeriksaan swab mengukur nilai imun dari seseorang. Kalau berada dibawah 35 maka menurut standar WHO, imunitasnya masih lemah. Maka tidak aman untuk divaksin. Kalau diatas 35 maka kekebalan orang itu sudah diatas aman. Dinas Kesehatan tentu tahu itu. Sehingga jangan hanya ditanya apa punya komorbid asma dan lain-lain, tetapi juga diukur untuk memastikan seseorang yang akan divaksin betul-betul siap untuk diuji kekebalannya,” terang Anggota Komisi B ini.

Yanto menyampaikan, apabila mekanisme swab PCR ini tidak dilakukan, dikhawatirkan bukan memperkuat sistem imun namun bisa jadi semakin memperparah.

“Apalagi dilakukan prioritas kepada zona merah dan kuning. Kepada masyarakat di RT merah dan kuning. Asumsi nya sudah ada penderita positif covid maka otomatis lingkungan itu berada dalam transmisi covid-19 terbaru. Maka dengan pemberian vaksin yang tidak seksama dikhawatirkan memperparah kondisi zona merah dan kuning tersebut,” ujar Yanto mengingatkan.

Yanto berdoa semoga 31 RT zona merah tidak semakin bertambah banyak. “Kalau bisa ditekan berkurang dari 31. Dari merah jadi orange, terus kuning dan hijau… Allahumma aamiin,” harapnya.

Yanto juga dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesannya. “Kami cinta Surabaya dan kami cinta rakyat surabaya. Mari lindungi dan sehatkan kota Surabaya dan warganya, dengan vaksinasi yang seksama. Dan tetap jaga protap kesehatan yang dianjurkan pemerintah, Pakai masker berlapis, Jaga jarak aman, jauhi kerumunan, selalu cuci tangan setiap saat, jangan bersentuhan jabat tangan. Pola hidup sehat dengan makan teratur, istirahat cukup, penuhi nutrisi kekebalan tubuh,” tutur Yanto.

“Sayangi diri, sayangi keluarga, dan sayangi masyarakat kota Surabaya. Stay at home,” pungkasnya.(lang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *