Kunjungan Menteri Desa Lihat Potensi Kerajinan Tenun di wedani cerme Gresik

CB, Gresik – Kunjungan kerja Menteri Desa dan PDTT Halim Iskandar di Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Gresik melihat langsung potensi kerajinan sarung tenun Desa Wedani kecamatan Cerme.

Kegiatan kunker Menteri Desa dan Wakil Gubernur Jawa Timur kali ini, merupakan inisiasi DPRD Kabupaten Gresik. Acara yang dikemas bertajuk acara Dialog terbatas Sinergi industri dan potensi lokal desa , peran legislatif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di kabupaten Gresik pada Sabtu (25/6/2021).

Yang menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya legislatif melihat potensi UMKM Desa Wedani, khususnya perajin tenun. Di mana produk kerajinan sarung tenun dari perajin setempat, memiliki mutu yang bagus dan corak yang menarik. Dengan pangsa pasar merambah konsumen di dalam negeri bahkan diekspor ke beberapa negara.

Melihat hal tersebut, Menteri Desa mengapresiasi langkah pemerintah Desa Wedani, berhasil memberdayakan potensi perajin sarung tenun dari warga desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Ini yang melatarbelakangi Desa Wedani dikukuhkan menjadi Desa Devisa.

” Luar biasa potensi kerajinan tenun Desa Wedani ini, tinggal konsolidasi. Saya berharap Pak Kades yang konsolidasi dengan BUMDes. ” Kata Halim Iskandar.

Peran BUMDes menurut Menteri Desa, melalui semangat Undang-undang Cipta Kerja, yang diturunkan langsung pada peraturan pemerintah tentang BUMDes dan diturunkan langsung pada Peraturan Menteri Desa tentang BUMDes.

Bahwa desa harus memberikan manfaat langsung kepada warga masyarakat dengan adanya BUMDes. Dan mengingatkan dalam pelaksanaannya, BUMDes tidak boleh membuat unit usaha yang sama dengan unit usaha yang dikembangkan masyarakat setempat. Hanya melakukan konsolidasi unit usaha warga masyarakat desa yang ada, seperti kerajinan tenun ini, terangnya.

Agar progres ini berjalan, langkah pertama Kementrian Desa dan PDTT selanjutnya akan membantu di sisi pemasaran. Melalui jaringan-jaringan penyaluran atau distribusi antara BUMDes di seluruh wilayah Indonesia yang dibentuk, kemudian akan dipertemukan dengan outtaker – outtaker (para pengambil atau pemanfaat semua produk).

Dan melihat potensi desa, saat ini ada sebutannya seperti desa adat, desa inklusi, desa wisata, namun di sini kita temukan gagasan baru yakni desa devisa.

” Ini bisa menjadi rol model industri kerajinan. Jadikan model nasional tepatnya model yang bagus percontohannya secara replikasi. Yakni desa yang sudah sukses jadi contoh desa lainnya,”sebutnya.

Pada kesempatan ini, Halim Iskandar berpesan kepada Ketua DPRD Gresik dan Bupati Gresik agar bersinergi dalam meningkatkan ekonomi warga desa. Dengan cara mengandeng tiap desa terutama desa yang memiliki potensi wisata dengan desa yang memiliki potensi UMKM dalam satu wilayah kabupaten. Sehingga terjadi pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi.

Pesan selanjutnya baik kepada pemerintah daerah dan desa terkait potensi desa wisata, Menteri Desa menegaskan selama ini, tempat wisata yang tetap langgeng dikunjungi wisatawan adalah karena alamnya. Seperti contohnya, Kuta Di Bali dari dulu sampai sekarang tetap ramai dikunjungi karena alamnya, begitu juga dengan Selekta Di Batu Malang terkenal karena alamnya.

“Merunut dari pengalaman, jangan sekali-kali membuat wisata pabrikan karena tidak akan langgeng. Pengunjung hanya sebentar saja setelah itu tidak ada lagi alias sepi,” tuturnya.

Sebagaimana yang disampaikan Menteri Desa dan PDTT Halim Iskandar terkait potensi desa, Ketua DPRD Gresik Mohammad Abdul Qodir mengatakan tahun 2021 ini, DPRD Gresik membahas peraturan daerah inisiatif dewan tentang desa wisata dan produk unggulan desa.

Seiring dengan hal tersebut, sosok Desa Wedani, lanjutnya sebagai salah satu desa yang punya produk unggulan dan usianya sangat tua. Perlu mendapat sentuhan dan kebijakan pemerintah daerah, yang dilakukan bersama-sama agar produk unggulan lokal desa bisa membantu percepatan kesejahteraan masyarakat kita.

” Legislatif akan berupaya sinergikan desa-desa yang miliki wisata desa melalui satu produk undang-undang atau produk peraturan daerah yang sama,” ungkapnya.

Abdil Qodir menambahkan kami bertujuan mengkoneksikan agar semua desa tidak latah membuat wisata. Kalau memang kenyataannya desa tersebut tidak memiliki wisata yang diberdayakan tapi punya produk unggulan yang berdaya, maka antara lokasi desa wisata dengan desa yang memiliki produk unggulan bisa sinergi. Di mana produk unggulan bisa dijual di lokasi -lokasi wisata kita.

Jadi, menurut hemat Ketua DPRD Gresik asal Fraksi PKB ini, di lokasi wisata desa nanti tidak perlu menjual produk dari luar daerah Gresik, tapi cukup menjual produk lokal Gresik.

Kembali disampaikan oleh Abdul Qodir bahwa acara kali ini diikuti oleh 290 pelaku UMKM melalui zoom. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pemantik peningkatan peran UMKM Kabupaten Gresik. Dan untuk mendukung peningkatan ekonomi desa, pada tahun 2020, DPRD Gresik bersama eksekutif telah bersama-sama membahas Perda tentang Desa Mandiri, minggu ini proses penetapan.

Sementara terkait potensi desa di Kabupaten Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau biasa disapa Gus Yani mengatakan motivasi dari Menteri Desa dan PDTT Halim Iskandar bahwa memperlakukan desa sebagai subjek pembangunan.

Di era pandemi Covid 19 saat ini, fokus kami ada dua yakni penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Diungkapkan juga oleh Gus Yani bahwasannya transformasi berangkat dari desa, pemerintah daerah dalam hal ini akan konsentrasi penuh terhadap pemulihan ekonomi desa, baik pembangunan desa atau menggalih potensi desa.

” Kami mendukung apa yang disampaikan Menteri Desa tersebut. Dan yang menarik saat ini dari Gresik salah satunnya yakni Desa Wedani sebagai Desa Devisa. Mudah-mudahan produk kerajinan tenun ini bisa diekspor ke luar negeri,”punkasnya.(tof)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *