PMI Bojonegoro Langsung Proses 5 Pendonor Plasma Konvalesen Karena Punya Alat Sendiri

CB, Bojonegoro – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro mulai gencar melakukan proses donor plasma konvalesen. Sejak alat di-launching Kamis (22/7/2021). Hingga Jum’at (23/7/2021), sudah ada 5 pendonor plasma konvalesen.

Kepala Unit UDD PMI Kabupaten Bojonegoro, dr Imam Sutrisno menjelaskan bahwa dari 5 pendonor plasma konvalesen. Kini terkumpul 15 kantong plasma konvalesen yang masing-masing berisi 200 ml.

“Sekarang masih jalan pendonor ke 6 dan ke 7, dan untuk besok ada 2 pendonor yang sudah terdaftar, mungkin juga masih ada 2 tambahan pendonor lagi nanti,” terangnya.

Pengambilan plasma darah konvalesen ini berbeda dengan donor darah biasa. Untuk mengambil plasma darah, digunakan alat apheresis untuk memisahkan antara sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma konvalesen.

“Untuk prosesnya juga agak lama berbeda dengan donor darah biasa. Donor darah konvalesen kurang lebih butuh waktu 1 jam, sedangkan donor darah biasa cukup dengan waktu 7 menit,” paparnya.

dr Imam juga menjelaskan bahwa banyaknya plasma konvalesen yang dihasilkan juga tergantung dengan berat badan pendonor. Jika lebih dari 100 kilogram kurang lebih bisa menghasilkan 4 kantong.

“Kalau pendonor kita yang pertama ini jadi 3 kantong dengan berat badang kurang lebih 70 kilogram,” jelasnya.

Dari proses tersebut alat Apheresis dengan otomatis membagi sendiri plasma konvalesen ke dalam kantong darah yang sudah disiapkan. Untuk setiap kantong berisi 200 ml.

Kepala UDD tersebut juga menjelaskan sebelum adanya alat Apheresis pihaknya selalu membawa pendonor ke Sidoarjo untuk melakukan transfusi namun sudah 300-an kantong yang sudah didistribusikan.

“Kurang lebih sudah ada 300 kantong yang kami distribusikan, dengan proses yang dilakukan di Sidoarjo,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu anggota Polres Bojonegoro, Samsul Anam menjadi pendonor pertama yang mendonorkan plasma konvalesenya di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro.

Pendonor tersebut menjelaskan bahwa mendonorkan plasma konvalesen rasanya tidak jauh berbeda seperti donor-donor biasa, akan tetapi proses donor tersebut lebih lama dari donor biasanya.

“Rasanya, ya seperti donor biasa tapi agak lebih lama donor konvalesen ini,” ungkapnya.

Abdi negara yang sudah sembuh dari Covid-19 pada 21 Juli lalu itu mengharap plasma konvalesen yang telah ia donorkan tersebut bisa bermanfaat bagi para pasien yang saat ini masih berjuang melawan virus Covid-19.

“Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat, dan untuk para penyintas yang sudah sembuh, mari donorkan plasma konvalesennya untuk membantu sesama,” tururnya.

Seperti diketahui, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah me-launching dan meninjau langsung lokasi donor plasma konvalesen dan juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah mendonorkan plasma konvalesennya.

Dalam agenda tersebut Bupati menyampaikan bahwa Alat Apheresis yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini harus dimaksimalkan, salah satu caranya mendata para penyintas Covid-19 yang telah sembuh.

“Data lengkap nama dan alamat, kemudian dihubungi untuk mendonorkan plasma konvalesen,” pungkasnya. (hms/aj).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *