CB, Grobogan – Beberapa bulan yang lalu desa Tunggak melantik beberapa perangkat desa yang ada di jajaran pemerintah desa.Kekosongan perangkat menyebabkan pekerjaan yang menyangkut pelayanan dimasyarakat menjadi terganggu dan harus dicover oleh perangkat yang lain.
Adapun kekosongan perangkat tersebut diantaranya meliputi Kaur Perencanaan,Kasi Pemerintahan dan Kadus Tunggak II.
Akhmad Bukhoiri,kades Tunggak yang menjabat satu kali periode membenarkan bahwa kekosongan perangkat desa menyebabkan perangkat desa harus mengcover pekerjaan perangkat yanglain,dimana ada perangkat yang sudah pensiun maupun yang sudah meninggal.
“Tahun kemarin sebelum saya menjabat,sudah ada yang kosong.Setelah itu untuk mengisi kekosongan harus menunggu dulu surat dari Kabupaten baru tanggal Juni kemaŕin.Kegiatan teknis di lapangan saya serahkan sama teman perangkat yang lain dan tokoh masyarakat yakni membentuk Panitia Penerimaan Perangkat Desa”tuturnya.
Masalah biaya untuk kegiatan pelaksanaan dilapangan pihaknya menganggarkan sekitar Rp.50 juta seperti dalam kegiatan Sosialisasi,Kerja sama dengan PT (Perguruan Tinggi) di serahkan langsung kepada Polines,Biaya Pengawas Test,Pelantikan meliputi Biaya Konsumsi dan Uang Jamuan Tamu yang hadir.
Ketua Panitia Perangkat Desa diantaranya seperti Antok,Rohis,Indri,Aris ,Bambang,Carik Darmin, dan Dymyati
Penggunaan Dana APBN tahun 2021 untuk Fisik dilakukan pengerjaan cor rabat berada di 2 lokasi yakni dusun Kernekan dan Tunggak I.
Terlihat di Info Grafis APBDes desa Tunggak mencapai Rp.2.899.216.000,00 yang bersumber pada ADD,APBN,PAD dan BHPRD serta bantuan Provinsi serta bunga Bank.(Yudit.P)
