Team Investigasi Limbah Medis Saat Ini Satu Meninggal Dunia
CB, SURABAYA – Sehubungan dengan tema Hari Bhayangkara yang KE-75 yaitu Transformasi POLRI (PRESISI) mendukung Percepatan Penanganan Covid 19 untuk masyarakat sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional menuju Indonesia Maju, Senin 2 Agustus 2021
Prorakyat Bersatu Indonesia Jaya telah membuat laporan ke Polda Jatim sejak Megawati (Ketum PRBIJ) dan Firman Ismail Monoarfa (Dewan Penasehat PRBIJ) yang sekaligus menjadi Pelapor atas dugaan penyimpangan SOP Kasus Limbah Medis Rumah Sakit. Penyerahan bukti- bukti telah diterima Sekretariat umum dengan nomor surat B/1889/VI/21/sipil.
Indra Susanto ProRakyat mengatakan, bahwa pelaporan PRBIJ tidak dibuatkan SPKT, yang seharusnya sebagai bagian Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus di Polda Jatim, ada apa sebetulnya.”Ujarnya
Ditambahkan oleh Megawati selaku (Ketum PRBIJ yang juga penyandang Disabilitas Tuna Daksa ). “Gara-gara penanganan yang lama dan lambat, kami berpikir bahwa Polda Jatim ini diduga main-main, karena tidak sesuai dengan statment Hari Bhayangkara yang ke 75 guna mendukung percepatan penanganan covid-19 untuk mempercepat pemulihan ekonomi,”Tandasnya
Lanjutnya, proses yang begitu terkesan berbelit-belit, kami merasa diping-pong oleh pihak Polda Jatim. Pihak Prorakyat akhirnya memutuskan permasalahan ini di limpahkan melalui kuasa hukum di kantor Advokat Kurator 67 yang beralamat di Mayjend Sungkono Surabaya, menindak lanjuti dijalur hukum guna melaporkan oknum Polda Jatim bersama PT. Tranportir pengankut Limbah Covid-19.
Ditempat yang berbeda, Firman selaku (Dewan Penasehat PRBIJ) saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp seluler oleh awak media, dirinya membenarkan. “Betul Mas, pihak kami telah melaporkan dua PT. Pengangkut Limbah Covid 19 yang berbahaya bagi masyarakat banyak,”Tegasnya
Menurutnya, apakah diperbolehkan memindahkan (fox) limbah medis Covid-19 yang cukup berbahaya di tempat keramaian, saat itu 5 team investigasi langsung menindak disitu dua unit mobil box mengimbal limbah covid-19, tidak lama beberapa hari kemudian pasca melihat kejadian di TKP, satu persatu terkena dampak dan isolasi mandiri. Tetapi sangat disayangkan, salah satu tim kami, dan tercatat sebagai saksi telah meninggal tanggal 19 Juli 2021.
Kami berharap, pihak Polda jatim menangani dengan serius, seperti yang di intruksikan oleh Presiden RI. mengatakan, keselamatan masyarakat paling prioritas. Kenapa justru pihak Polda Jatim lamban dalam memproses permaslahan ini. (ADA APA GERANGAN ??) Hukum harus DITEGAKKAN, Apakah sebanding warung makan di minta patuhi prokes, sementara yang sudah jelas-jelas menimbulkan bahaya dan korban kok masih di biarkan keluyuran “Pungkasnya. (tof)
