CB, Lumajang – Pandemi Covid-19 memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya yang terdampak pandemi. untuk itu, pemerintah memutuskan untuk memberikan bantuan sosial (Bansos)berupa tunai.
Melangsir dari Dinas komunikasi dan informatika kabupaten Lumajang,pemerintah berikan beberapa jenis bantuan sosial, seperti bantuan sosial tunai (BLT) dan bantuan langsung tunai (BST)pemerintah Desa berupaya untuk mendata warganya yang layak menerima bantuan tersebut, Kepala Desa Krai melalui Bendahara atau Kaur Keuangan Atok ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa bantuan tersebut sudah tepat sasaran sebanyak 100 Orang yang sudah menerima ditahap ke 5 Desa Krai kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang,Kamis 4/8/21.
Kegiatan tersebut bertempat dikantor Desa yang berlangsung dari pukul 8,WIB sampai selesai oleh karena itu, mengingat keadaan dalam masa PPKM Darurat maka dalam penyaluran BST/ bantuan sosial tunai,dalam rangka penanggulangan ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19 ini masih terus berlanjut diDesa Krai, untuk itu kami pemerintah Desa Krai segera menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat yang terdampak oleh pandemi ini secara langsung dan akuntabel serta tepat sasaran,”tutur Atok.
Kegiatan berlasung sukses dan lancar saat penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh perwakilan muspika Kecamatan Yosowilangun, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta personel Kecamatan, Kades Krai Sahril Mubarok dalam kegiatan penyerahan bantuan sosial itu ijin tidak hadir masuk kantor, tetapi dalam kegiatan tersebut berjalan dengan sukses dan Aman, semoga masyarakat betul betul bisa memanfaatkan bantuan yang disalurkan oleh pemerintah dengan sebaik baiknya.
Menurut Camat Indriono saat dihubungi melalui whatsappnya menghimbau kepada masyarakat agar tetap antisipasi penyebaran Covid 5M, dan acara seremonial tidak terlalu lama,
Salah satu penerima bantuan warga Desa Krai yang enggan sebutkan namanya itu mengucapakan terima kasih banyak atas bantuan dari pemerintah dengan bantuan ini kami bisa mengurangi beban ekonomi kami sebagai kaum buruh dan petani,”sebutnya.(Hardy)
