Kegiatan Penerimaan Desa Katong Menelan Biaya Rp.45 Juta

CB, GROBOGAN – Setiap desa di kabupaten Grobogan beberapa bulan kemarin telah melantik perangkat desa baik kadus, kaur maupun sekdes sebab telah terjadi kekosongan bertahun-tahun. Hal ini menyebabkan kades di seluruh kabupaten Grobogan mengajukan surat permohonan pengisian perangkat desa kepada Bupati, melalui Camat akhirnya permintaan itu telah direspon dan dijawab dengan baik.

Dikutip dari media online “Siber News “pada kanal saluran youtube kades Cingkrong, Jasmi kecamatan Purwodadi memberikan pernyataan proses regulasi dan kronologi sebab dimulainya kegiatan penjaringan perangkat desa di setiap desa di kabupaten Grobogan.

Mulai dari terjadi kekosongan perangkat,pengajuan surat pengisian perangkat dan pelantikan perangkat.

Seperti yg dilakukan desa Katong kecamatan Toroh kabupaten Grobogan yang bulan Juni telah berhasil menyelenggarakan kegiatan penerimaan perangkat desa yang menelan biaya hingga Rp.45 Juta. Tak tanggung-tanggung dana tersebut diperoleh dari PADes (Pendapatan Asli Desa) Katong.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari media CB dikantor desa melaui sekdes Katong, Suwondo di dampingi perangkat setempat bahwa anggaran tersebut dipergunakan untuk Tahapan Sosialisasi, Pembayaran pengawas dari kecamatan, Sewa tempat, kerja sama dengan perguruan tinggi, Honor panitia, Biaya  untuk kegiatan Pelantikan perangkat desa baik konsumsi (makan siang dan snack) dan pemberian amplop kepada tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

“Anggaran desa Katong untuk pelaksanaan penerimaan perangkat desa sebanyak Rp.45 Juta digunakan untuk sosialisasi, bayar pengawas kecamatan, pengawas tes, belanja spanduk, sewa tempat kerja sama dengan perguruan tinggi masing-masing performasi Rp.5 Juta. Pelantikan juga membutuhkan biaya untuk acara konsumsi (makan siang dan snack) dan memberikan amplop untuk tamu undangan yang hadir karena prokes tamu undangan dibatasi,”ujarnya.

Pihaknya juga menambahkan untuk masalah kepanitian pihaknya (sekdes katong, Suwondo) tidak mau jadi ketua mengingat tugas yang diemban sangat banyak, pihaknya lebih netral menjadi anggota. Sebab masih menangani kegiatan lelang tanah kas desa yang dilaksanakan di kantor desa Katong pada bulan Maret 2021 dan masih menyisakan sejumlah permasalahan yakni ada beberapa tanah kas desa yang belum terjual.

“Ketua panitia penerimaan desa Katong dari unsur guru yakni pegawai DEPAG, anggota saya sendiri, Ngalimun, Suteknyo, Sukardi, Haryati dan istri mbah Bayan(Siti Yatrikah). Lelang Tanah Kas desa Katong kemarin mendapatkan Rp.616 Juta dengan sistem Lelangan Tertutup.Dan ada juga tanah yang belum laku,”tambahnya.

Saat dikonfirmasi pada kades  Katong,Sukarsono pihaknya juga membenarkan bahwa sudah melantik beberapa perangkat desa dan menyerahkan urusan tersebut kepada panitia secara langsung mulai awal hingga pelantikan perangkat desa. Sedangkan masalah proyek pihaknya menyerahkan kepada bayan setempat yakni pembangunan Gedung BUMDes, pembangunan Makadam, jalan serta Talut.(Bersambung/S.N.Liza)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *