CB, Gresik – Pada Selasa siang (12/10/2021), Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim atau akrab disapa Begawan Setigi melaunching Monumen Ratu Agro yang berada di dalam kompleks Agrowisata Kebun Pak Inggih (KPI).
Acara yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, PKK dan anggota BPD berlangsung meriah.
Setelah pemotongan pita tanda telah di launching atau diresmikannya Monumen Ratu Agro tersebut, Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim kepada awakmedia menyampaikan rasa syukurnya yang tak terhingga.
” Alhamdulillah pada tanggal 12 Oktober 2021 ini, Pemerintah Desa Sekapuk meresmikan salah satu ikon (Monumen Ratu Agro,red), yang nantinya menjadi kebanggaan masyarakat Desa Sekapuk. Yang terkait dengan adanya wisata kedua setelah Selo Tirto Giri (Setigi) namanya KPI atau Kebun Pak Inggih. Mudah-mudahan bisa mewarnai kota Santri, menjadi kebanggaan masyarakat Gresik khususnya dan untuk Indonesia umumnya,” katanya dengan haru.
Lebih lanjut, Abdul Halim merasa optimis dengan dilounchingnya Monumen Ratu Agro ini.
” Kami perkenalkan dengan harapan nantinya tanggal 2 bulan 2 tahun 2022, resmi kita buka wisata ini. Sehingga bangkit yang namanya minat dan hasrat menjadi pejuang di sektor ekonomi, pejuang di sektor pangan mulai perkebunan, pertanian ikan dan untuk pertanian yang lain,”imbuhnya memastikan.
Di mana wisata KPI nantinya, akan menyajikan beberapa edukasi, selain itu termasuk beberapa spot foto yang saat ini sedang dibangun. Hal ini dibuktikan dengan mendatangkan ribuan jenis pohon, yang nantinya akan menjadi edukasi bagi para pengunjung.
Mulai manfaat pohon, manfaat daun dan manfaat akar. Itu nanti akan mengedukasi para generasi kita dan tentunya menjadi pilihan istimewa kita untuk berlibur,apalagi bicara paska pandemi, tutur dia.
” Monumen Ratu Agro yang telah dilaunching, akan memberikan beberapa nilai yang syarat akan pesan moral (filosofi kehidupan) untuk pengunjung kita nantinya,” terang Kades Sekapuk.
Terkait pengambilan nama dari Monumen ” Ratu Agro “, Begawan Setigi ini menjelaskan secara filosofi bahwa penyebutan kata ratu sebagai simbol, memiliki makna atau pelajaran yang disampaikan kepada kita sebagai masyarakat Indonesia.
Bicara Ratu itu adalah sosok panggilan seorang putri raja ataupun putri para pejabat. Jadi harapan kita tanah ini atau wisata ini menyajikan kecantikan baik secara edukasi maupun tata ruang. Dan ini ada hubungannya dengan bicara berkembangbiak atau berkembang. Yang diartikan sebagai sebuah usaha, kita simbolkan ratu secara gender adalah perempuan.
Selanjutnya, Agro adalah tanah. Jadi tanah yang dulu ditempati ini ada kehidupan kemudian pindah karena tidak ada sumber. Karena kita tidak menyerah, dengan selalu berusaha, ikhtiar dan berdoa.
” Alhamdulillah, tahun ini Sekapuk diberi dua titik sumber air yang besar. Sampai-sampai bisa menanam pohon tanpa menunggu musim hujan,” ujarnya
Jadi harapan kita, tanah inj bisa produktif, lebih menghasilkan dan memberikan semangat kepada semua yang berkunjung ke sini. Untuk belajar bareng mengenalkan jenis tanaman dan jenia buah-buahan yang dihasilkan di wisata ini.
Sementara itu, dampak adanya wisata Setigi selama ini ternyata memberikan peningkatan pendapatan asli desa (PADesa) bagi Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik.
Begawan Setigi mengungkapkan target perolehan PADesa hasil musrenbangdesa tiga hari yang lalu, untuk tahun 2022 sudah diputuskan. Alhamdulillah sudah tembus di angka Rp. 5,9 miliar.
Namun untuk tahun berikutnya, kita lebih optimis lagi karena akan banyak dikembangkan potensi-potensi yang belum di gali sebelumnya. Sehingga tahun 2023, di akhir jabatan saya sebagai Kades, akan mencapai angka Rp. 7,7 miliar.
Tahun ini, PADesa sudah tembus mencapai Rp. 3,4 miliar sekian, tepat di tahun 2021.
Pembangunan Agrowisata Kebun Pak Inggih di lahan seluas 2,5 hektar ini, kata Kades Sekapuk diperkirakan menelan anggaran lebih kurang Rp. 5 miliar.
” Di mana anggarannya diserap dari PADesa ditambah dari swadaya tabungan dari warga. Karena KPI ini juga membuka tabungan obligasi, seperti halnya saat membangun Setigi. Ini adalah murni tabungan masyarakat. Sehingga warga Sekapuk sekian KK menjadi pengusaha pariwisata,” tandasnya.(tof)
