Bupati: Sebenarnya Sudah Kita Buka Kemudahan
CB, TULUNGAGUNG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali, diperpanjang hingga 18 Oktober 2021 atau kemarin Senin (18/10). Dan, di Jawa Timur, hanya Kota Blitar yang masuk pada level 1, sedangkan Surabaya hingga Malang Raya masih berstatus pada level 3.
Keputusan tersebut tertuang dalam Inmendagri Nomor 47 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Aturan ini diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 4 Oktober 2021, lalu.
Dan, Jawa Timur, satu-satunya wilayah di Indonesia yang menerapkan PPKM Level 1, yakni di Kota Blitar. Rencananya, pemerintah akan melakukan uji coba PPKM level 1 ‘new normal’ di kota makam Bung Karno tersebut. Implementasi uji coba PPKM level 1 diberlakukan karena telah memenuhi syarat indikator WHO dan target cakupan vaksinasi dan dosis 1 lansia kisaran 60 persen. Apabila uji coba ini berhasil, rencananya akan dikembangkan ke kota/kabupaten yang masuk di level 1.
Sedangkan di Kabupaten Tulungagung, yakni perkembangan Covid-19 dengan sesuai pedoman Kemendagri, bahwa Tulungagung masih dalam level 3.
“Jadi, mengenai perkembangan Covid-19 sesuai sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 47 Tahun 2021, tentang PPKM level 4, 3, 2 dan 1 Jawa Timur-Bali, bawah Kabupaten Tulungagung masih dalam level 3,” kata Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM saat dikonfirmasi cahayabaru.id di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso, Senin (18/10).
Sebagaimana yang sesuai instruksi Kemendagri, lanjut mantan Sekda Tulungagung ini, yakni apa yang telah disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahwa untuk saat ini di wilayah Provinsi Jatim sudah banyak diposisi level 1. “Sedangkan yang disampaikan oleh Gubernur, bahwa banyak yang sudah masuk level 1,” jelas bupati.
Sesuai pedoman yang dijadikan Kemendagri, imbuhnya, sebagai pucuk pimpinan satuan gugus percepatan penanganan Covid-19, Kabupaten Tulungagung dari hari ke hari sudah menunjukkan penurunan cukup signifikan.
“Kalau Sesuai yang dijadikan pedoman adalah sementara adalah Kemendagri, Tulungagung adalah level 3. Jadi, sebagai pimpinan satuan gugus percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, meskipun kita lihat perkembangan dari hari ke hari satu bulan terakhir sudah menunjukkan Penurunan yang cukup signifikan,” paparnya.
Masih kata Bupati Maryoto, ia meminta kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap berhati-hati serta tetap menerapkan 5M. “Namun demikian, saya tetap meminta kepada seluruh warga masyarakat tetap harus berhati-hati, selalu memperhatikan protokol kesehatan dengan meningkatkan kewaspadaan dan jangan lupa dengan tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tetap di rumah dan mengurangi mobilitas,” katanya.
Namun demikian, tambah bupati, warga masyarakat juga sudah diberi kemudahan. “Sebenarnya sudah kita buka kemudahan, saat level 4 jalan itu pada pukul 20.00 sudah ditutup dan sekarang tidak lagi, dan sudah ada akses pembukaan. Artinya apa, bahwa Pemerintah Kabupaten sudah memberikan kelonggaran. Namun bukan berarti fulgar keseluruhan, tapi harus memperhatikan hal-hal tersebut,” paparnya.
Menanggapi keluhan warga, khususnya warga yang ada disepanjang jalan protokol, bupati tetap berharap untuk tetap bersabar diri dan tetap disiplin saat masih diberlakukan mobilitas selama PPKM saja.
“Oh tidak, selama PPKM nanti. Ya mudah-mudahan PPKM cepat berakhir. Dan, Kita kemarin itu (Senin 18/10, red) tidak ada penambahan konfirmasi positif satu hari nol. Harapan saya hal ini bisa terus-menerus biar cepat selesai,” kata bupati. Jadi, imbuhnya, warga masyarakat untuk sementara tetap mematuhi dulu selama PPKM diberlakukan. “Jadi untuk masyarakat, itu adalah merupakan pusat dari satuan gugus dan sesuai pembidangannya. Sementara penutupan jalur itu, bagi warga masyarakat harus dipatuhi dulu lah. Untuk praktis mengurangi mobilitas dan ini salah satu bentuk tertibnya 5 M,” jelas bupati.
Sementara itu, operasi gabungan dari Polres, Kodim dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Tulungagung tetap melakukan operasi Yustisi di sejumlah warung-warung kopi yang ramai pengunjungnya serta tempat-tempat ramai dan yang dijadikan tongkrongan para kawula muda. Hal ini tetap dilakukan oleh tim gabungan tersebut, dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 serta upaya penurunan level.
“Ya kita tetap rajin melakukan operasi Yustisi mas. Apalagi di Kabupaten Tulungagung saat ini masih dalam level 3 dan kami pun berharap kepada warga masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan 5M,” kata seorang Satpol-PP saat melakukan operasi Yustisi disebuah Warkop yang berlokasi di Pinka, Senin (18/10) malam kepada cahayabaru.id.(Hsu)
