CB,TULUNGAGUNG – Ketrampilan menulis atau yang sering disebut dengan literasi, adalah ketrampilan yang masih banyak digemari oleh mahasiswa atau generasi bangsa. Sebagai masyarakat yang cerdas, maka literasi adalah alternatif yang tepat untuk dilestarikan. Oleh sebab itu, Kampus STAI Muhammadiyah, Tulungagung, Rabu (21/10), menggelar kegiatan pelatihan menulis untuk mahasiswa.
Pelatihan menulis atau literasi ini sendiri, dilaksanakan dengan beberapa staf personalia kampus. Dalam acara tersebut, diikuti oleh berkisar 59 orang yang setatusnya sebagai mahasiswa dan dari jumlah peserta pelatihan menulis berasal dari berbagai kampus yang berbeda.
Nur Kholis, selaku Badan Pembina Harian (BPH) menuturkan, dalam penyampaian materinya, kampus STAI Muhammadiyah ingin menjadikan literasi sebagai ketrampilan yang perlu dilestarikan. Karena, dengan tradisi literasi yang kuat dapat berdampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia. Terlepas itu, Literasi juga banyak di adopsi oleh negara-negara lain sebagai alternatif untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat.
“Saya kasih tips menulis ya, karna menulis itu sebenarnya mudah, asalkan mau sering-sering praktek. Setidaknya menulis setiap hari meskipun sedikit. Dengan menulis yang rutin setiap hari, nanti kita akan terlatih dengan sendirinya, tulisan kita akan bagus dan tersusun rapi. Tapi kalau Cuma ingin bisa nulis dan tidak mau praktik, ya selamanya tidak bisa nulis” paparnya.
Lingkungan literasi merupakan aktivitas belajar yang sangat baik untuk mahasiswa maupun anak muda secara umum, dengan begitu kesadaran untuk belajar akan semakin tumbuh dengan sendirinya. Dan, beriringan dengan perkembangan teknologi seperti saat ini maka ketrampilan literasi juga dapat menjadikan sesorang lebih kritis dan tidak mudah terbawa arus informasi yang bersifat hoaks.
“Sebagai mahasiswa saya perlu belajar menulis, kebetulan kampus STAIM Muhammadiyah memiliki program yang memfasilitasi mahasiswa umum untuk belajar literasi, ya ini peluang bagi saya untuk belajar dan melakukan mentoring dengan pemateri yang ngisi pelatihan,” ujar Wawang, peserta pelatihan literasi mahasiswa UIN SATU Tulungagung ini dengan mimik serius.
Sebagai kampus yang memiliki tujuan dalam rangka menyiapkan generasi mendatang agar lebih siap, maka STAI Muhammadiyah Tulungagung menjadikan literasi sebagai program untuk wadah belajar. Literasi merupakan senjata ampuh yang perlu dikuasai oleh mahasiswa, membaca dan menulis adalah tahapan dasar untuk memperdalam ilmu pengetahuan.
Surepto, Ketua Kampus STAI Muhammadiyah memberikan keterangan kepada cahayabaru.id, yakni kemajuan negara ditentukan oleh generasi muda yang saat ini, maka dengan kegiatan belajar dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakat ini akan berdampak baik.
“Kami ingin menjadikan kampus ini sebagai wadah belajar untuk masyarakat mas, termasuk para mahasiswa dan pemuda. Maka kami ingin kampus STAI Muhammadiyah Tulungagung ini bisa memberikan yang terbaik untuk mereka yang mau belajar. Kami juga sediakan fasilitas lengkap untuk para penggemar menulis, mulai dari pembinaan, tim develop website, dan tempat belajar serta keperluan lainya yang dibutuhkan. Terlepas dari itu, bagi masyarakat yang kurang mampu, kita berikan kuota untuk kuliah gratis, karena kami ingin membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta memberikan kontribusi baik kepada negara” katanya.
Dewasa ini pendidikan semakin mudah untuk diadopsi oleh masyarakat, kesempatan belajar banyak disediakan untuk mencerdasakan bangsa. Termasuk program yang diselenggarakan oleh kampus STAI Muhammadiyah yang berupaya membantu dan memfasilitasi generasi muda untuk belajar.(Ridwan)
