Kades Ngobalan Lakukan Normalisasi di Pemukiman Warga Kebanjiran

CB,TULUNGAGUNG – Memasuki musim penghujan, akan selalu ada desa yang menjadi langganan banjir, khususnya desa yang ada dipinggiran perbukitan. Tak pelak, mereka para warga saat musim hujan datang selalu dihantui rasa was-was dan takut bila hujan itu turun pada tengah malam. Hal ini yang telah dirasakan warga Desa Ngubalan, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.

Desa yang berada di utara perbukitan itu, saat musim hujan datang, rumah mereka selalu menjadi langganan banjir. Namun demikian, mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan mereka hanya bisa berharap ada orang yang memiliki kepedulian terhadap apa yang telah dirasakannya itu. Beruntung, ia memiliki sosok pemimpin yang bisa memberi solusi dalam masalahnya itu.

Dan, melihat kejadian yang menimpa warganya itu, Siswanto, Kades Ngubalan ini langsung tanggap dan langsung memberi solusi untuk rumah warganya yang menjadi langganan banjir. Iapun langsung melakukan pemantauan dilokasi kejadian yang menimpa warganya itu.

Menurut Kades Siswanto, setiap musim hujan datang, yakni pemukiman warga disekitar gampang terendam air hujan. Bahkan, menurutnya, kandang kambing milik warganya itupun ikut hanyut akibat derasnya luapan air sungai. Dikarenakan, aliran sungai tersebut hulunya ada di bagian selatan Desa Ngubalan atau tepatnya dibawah perbukitan.

“Kalau curah hujannya lebat dan lama, pemukiman milik warga yang ada disekitar sungai itu akan kebanjiran mas. Bahkan, dulu juga ada kandang kambing milik warga yang ada sekitar hanyut terbawa derasnya air sungai yang meluap,” jelas Kades Siswanto yang dihubungi cahayabaru.id dilokasi normalisasi, Selasa (09/11).

Untuk antisipasi banjir diwilayah pemukiman warganya itu, lanjut Kades Siswanto, dirinya harus mengadakan normalisasi sungai dengan dana yang serba keterbatasan. “Sebenarnya untuk normalisasi sungai kami sangat minim dana. Sementara dana yang kami pakai saat ini bantuan dari kas desa lelangan tanah dan saya pun hanya meminta Rp.10 juta,” katanya.

Itupun, tambah Kades Siswanto, untuk normalisasi sungai sepanjang 1km kekurangannya ditomboki uang pribadinya. “Jadi, untuk kekurangannya saya nalangi dengan uang saya pribadi. Sebab selaku kades, saya tidak tega jika melihat warga saya setiap musim penghujan di hantui rasa was-was dan takut jika rumahnya kebanjiran,” paparnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *