Depankan Pelayanan Dan Menjaga Ketersediaan Sumber Daya Air

CB, PASURUAN – Sebagai bukti pelayanan prima kepada pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Giri Nawa Tirta yang berada di wilayah Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, kini menyiapkan sejumlah strategi dan trobosan dalam melayani keluhan masyarakat selama 24 jam penuh. Semua itu bertujuan untuk memberi kepuasan kepada para pelanggan.

Direktur PDAM Giri Nawa Tirta, Kabupaten Pasuruan, Za’ari menjelaskan langkah pertama ketika ada keluhan masyarakat soal air bersih, pihaknya akan mengintruksikan pada pegawainya atau jajaranya supaya merespon dan bertindak cepat dalam melayani masyarakat.

Kedua, berupaya semaksimal mungkin melayani masyarakat, karena kita adalah bagian dari pelayan masyarakat. Intinya semua faktor yang berkaitan dengan keluhan air bersih kita perhatikan, untuk mengenai target tahun ini, Za’ari mengklaim semaksimal mungkin air umbulan yang ada di Kabupaten Pasuruan, diserap sebanyak 3 persen. Berharap ditahun 2023 nanti bisa menyerap 100 persen.

Pihaknya ingin penyaluran air bersih melalui kran tidak ada matinya. Tentunya juga langsung tanggap perbaikan pipa yang rusak. “Tidak hanya itu, bagi pelanggan baru yang mau melakukan pemasangan PDAM, kita berikan diskon 50%. Selain itu kita beri pembebasan denda. Hal ini kami lakukan untuk memberikan keringanan pada pelanggan di saat pandemi Covid-19,” terangnya.

Sementara itu kemarin 22 November 2021 Wakil Bupati Pasuruan KH.Mujib Imron menghadiri acara di PDAM Giri Nawa Tirta dalam forum discusi dengan tema ‘’ Focus Group Discussion ‘’ Pengendalian Pemanfaatan Air Bawah Tanah Dalam Rangka Menjaga Ketersediaan Sumber Daya Air di Wilayah Kabupaten Pasuruan dan PDAM ikut mendukung program Pemda Pasuruan Dalam Rangka Pembatasan Pemakaian Air Tanah.

ini akan kita sosialisasikan akan  bahaya penggunaan air tanah. Apalagi secara berlebihan untuk komersial dan kita harus beralih menggunakan air dari pipanisasi PDAM. Wabup menegaskan, mendorong masyarakat mengurangi penggunaan air tanah merupakan sebuah keharusan. Sebab menyebabkan tanah bisa menurun adalah sedotan air yang luar biasa banyak, termasuk juga limbah yang terbuang tanpa dikelola.

“Kita akan secara tegas melarang pengambilan air tanah secara ilegal. Kita semua ingin memulai suatu gerakan. Kita eliminir (mengurangi) penggunaan air tanah,” ujar nya.

Untuk mengantisipasi kekurangan air dari kebijakan tersebut, Wabup ingin memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga di Kabupaten Pasuruan. Oleh karena itu, dia berencana menerapkan pipanisasi untuk pengelolaan air bersih. (Shod)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *