Partai Kebangkitan Nusantara Lahir Untuk Bangkitkan Kembali Nusantara

CB Blitar – Ketua umum (Ketum) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika  menggelar acara soft opening dikediaman Anas Urbaningrum di Desa Ngaglik Kecamatan Srengat Kabupatenn Blitar, Senin, (13/12/2021). Acara di hadiri, Wakil Bupati Blitar,  Ketua Pimda Jatim dan para undangan tamu terbatas, namun seluruh tamu yang hadir tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dijelaskan oleh Pasek, bahwa Partai Kebangkitan Nusantara lahir dari Nusantara yang belum bangkit dan banyak kesalahan konsep terbangun dalam sistem ketatanegaraan. Sementara banyak kerinduan anak bangsa ingin melihat kembali kejayaan Nusantara.

“Jadi dalam dua fenomena inilah kemudian kita lahir. Selain itu, kenapa gambar  burung elangnya galak. Itu menunjukkan bahwa kita harus semakin tegas bicara, kalau burungnya diam berati sudah kenyang. Kita posisinya galak dan akan vocal untuk mengkritisi bagaimana Indonesia menjadi negara unggul,” seru Ketum PKN dalam pidato politiknya.

Disamping itu, Pasek kelahiran Bali ini juga menerangkan bahwa untuk bendera secara simbolik ada 5 merah 4 putih, itu pertanda sebagai bentuk kekuatan Majapahit ketika mampu membangun Nusantara, selain sang saka merah putih.

“Maka sudah saatnya sekarang kita mengembalikan spiritnya dulu, kalau bentuk nyatanya kita belum bisa kembalikan ke Nusantaraan ini, spiritnya dulu kita mulai,” tegasnya

Lebih jauh, dijelaskan dengan hilangnya spirit ke Nusantaraan, maka jati diri akan hilang.

“Untuk mengembalikan itu yang pertama kali adalah spiritnya dulu, untuk itulah partai ini hadir,” ungkapnya.

Pasek menuturkan bahwa tahapan panjang persiapan untuk ikut berpartisipasi Pemilu. Partai Kebangkitan Nusantara resmi terbentuk pada tanggal 28 Oktober 2021. Bertepatan dengan peringatan Hari Nusantara yang jatuh tanggal 13 Desember, Partai Kebangkitan Nusantara turut merayakan Hari Nasional.

“Kita adalah partai paling muda diantara partai – partai yang baru. Kita masih baru satu bulan dua Minggu, namun kita tetap berusaha bekerja keras dan sudah memiliki cabang pengurusan hampir 34 Provinsi;” paparnya kepada awak media.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso dalam mengawali pidatonya menjelaskan Hari Nusantara merupakan perwujudan dari Deklarasi Juanda yang dianggap sebagai deklarasi kemerdekaan Indonesia kedua. Melalui deklarasi tersebut Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautnya yang luas, menjadi satu kesatuan yang utuh dan berdaulat.

“Hari Nusantara pertama kali dicanangkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada 1999, namun persemiannya sebagai Hari Nasional baru dilakukan pada tahun 2001 di era Presiden ibu Megawati Soekarno Putri, melalui keputusan No.126 tahun 2001,” urainya.

“Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember merupakan moment penting seluruh lapisan masyarakat. Mengingat kembali tujuan ditetapkannya persatuan wilayah laut di Indonesia,”tuturnya.

Setidaknya, ada 4 tujuan utama dirayakan Hari Nusantara yaitu mengubah mindset bangsa Indonesia, mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut. Matra darat dan matra laut  berimbang. Menjadikan bidang kelautan sebagai arus utama pembangunan Nasional.

“Saya  berpesan kepada seluruh pengurus Partai Kebangkitan Nusantara untuk tetap semangat membangkitkan kembali Nasionalisme ke Nusantaraan membangun bangsa dan Negara bersumber pada kearifan nilai – nilai tradisional yang adi luhung yang direformulasikan dengan kemajuan jaman saat ini,’ pungkas Rahmat menutup sambutannya. (Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *