CB, TULUNGAGUNG – Upaya menstabilkan harga minyak goreng yang kini masih mahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di dua Pasar Tradisional. Sedangkan sidak Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM ini didampingi langsung Wakil Bupati (Wabup) Tulungagung H Gatut Sunu Wibowo SE serta jajaran Forkopimda setempat.
Namun, saat sidak di dua Pasar Tradisional, yakni Pasar Bandung dan Pasar Campurdarat ini ditemukan harga minyak goreng dengan kemasan 1kg yang dijual para pedagang dengan harga Rp 20.000. Padahal, sesuai instruksi dari pemerintah pusat, harga minyak itu kisaran Rp 14.000.
“Dari dua pasar yang kita pantau harganya masih tinggi, karena harga yang dipakai masih harga pembelian lama,” kata Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM yang didampingi wakilnya H. Gatut Sunu Wibowo SE kepada wartawan. Sesuai petunjuk pemerintah pusat, imbuhnya, untuk harga minyak goreng Rp 14.000 per liternya. “Semoga pekan depan bisa normal,” paparnya.
Dan, kurang stabil harga minyak goreng di pasaran, lanjut mantan Sekda Tulungagung ini, pemerintah pusat bakal memberikan subsidi di masyarakat, agar harga minyak goreng kembali stabil. Untuk itu, Pemkab Tulungagung akan tetap akan memantau kebutuhan pokok, seperti minyak goreng dan selama enam bulan pemerintah juga bakal terus memberi subsidi ke pasar rakyat. “Mungkin dengan subsidi ini nanti harga minyak goreng bisa kembali normal,” katanya.
Sebenarnya, tambah Bupati Maryoto, program minyak goreng harga Rp 14.000 per liter ini Pemkab Tulungagung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung dan provinsi sudah melakukan operasi pasar.
“Kita kemarin telah menerima bantuan dari pusat 2500 liter minyak goreng dan beberapa hari lalu di Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga sudah kita jual dengan harga Rp 14.000 per liter. Semoga saja dalam pekan ini subsidi akan turun sesuai data yang kita kirim maka akan terjadi perubahan harga. Dan itupun sudah didata dan diverifikasi oleh Dinas Indag setelah subsidi turun kita distribusikan by name by address,” paparnya.
Dari beberapa para pedagang yang berhasil dikonfirmasi Cahaya Baru mengatakan, bahwa untuk saat ini memang masih menjual minyak goreng dengan stok lama. Karena, menurut para pedagang, apabila harga stok lama itu bila dijual dengan sesuai instruksi pemerintah, iapun enggan merugi terlalu banyak.
“Jujur mas, minyak yang kita jual itu mamang stok lama, jadi harganya juga masih Rp.20ribu. Dan kalau stok lama itu saya jual dengan harga sesuai instruksi pemerintah, jelas kami akan rugi banyak,” kata sejumlah pedagan pasar tradisional ini dengan nada lirih.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Tulungagung Drs Tri Hariyadi MSi mengatakan, bahwa belum lama ini, yakni Disperindag Provinsi Jatim telah melakukan kerjasama dengan menggelar operasi pasar. Dan, menurutnya, kisaran 2.508 liter minyak goreng dalam operasi pasar itu ludes diserbu pembeli.
“Operasi pasar di halaman kantor Disperindag kemarin semoga bisa membantu masyarakat dan bisa menstabilkan sesuai instruksi pemerintah pusat. Alhamdulillah sebanyak 2.508 liter minyak tanah diserbu pembeli dan rencananya akan kita lakukan operasi pasar lagi,” kata Kadisperindag Tulungagung Drs Tri Hariyadi kepada Cahaya Baru.(fai/rul)
