CB, BANYUWANGI – Angin muson barat, atau yang lebih kerap disebut nelayan dengan musim baratan merupakan angin yang berhembus dari arah Asia menuju Australia melalui Samudra Hindia. Angin muson Barat terjadi pada periode Oktober–April ketika matahari berada di belahan bumi selatan (23,5° LS) dan bergerak menuju khatulistiwa. Pada kondisi tersebut, dataran Australia akan mendapatkan penyinaran matahari yang maksimal sehingga tekanan udaranya rendah dan suhunya relatif tinggi. Sedangkan pada dataran Asia akan mengalami musim dingin, sehingga tekanan udaranya tinggi dan suhunya rendah Angin muson barat ini yang menyebabkan terjadinya musim penghujan di Indonesia.
Pelabuhan perikanan pantai Grajagan yang berlokasi di desa Grajagan, Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi merupakan Instalasi dibawah tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui UPT PPP Muncar. Pelabuhan ini terletak di sisi Selatan Kab. Banyuwangi yang mana sangat menunjang proses kegiatan perikanan kelautan dan memiliki lokasi yang strategis.
Tercatat pada tahun 2021 lalu, total volume produksi hasil tangkapan sebesar 2.327.932 Kg dengan total nilai produksi sebesar Rp 13.936.497.000,-. Produksi hasil tangkapan mengalami peningkatan setiap Triwulannya, dimana pada TW I tercatat total produksi hasil tangkapan sebesar 76.658 Kg, pada TW II sebesar 373.008 Kg, pada TW III sebesar 845.773 Kg dan pada TW IV sebesar IV 1.032.493 Kg. Total trip kapal dalam satu tahun sebesar 1.832 trip kapal yang mana rata-rata berukuran 1-20 GT dan menggunakan alat tangkap jaring insang 629 unit, payang 33 unit dan purse seine 12 unit.
Ikan hasil tangkapan yang didaratkan di pelabuhan perikanan Grajagan didominasi oleh ikan pelagis kecil, ikan pelagis besar dan ikan demersal diantaranya ikan selar bentong, ikan lemuru, ikan tenggiri, ikan kwe, dan ikan layur.
Jumlah nelayan Grajagan sendiri mengalami penurunan dari tahun 2020 sebanyak 200 orang karena banyak yang pulang ke kampong halamannya di Puger Kabupaten Jember dan Bali. Sehingga pada tahun 2021 total jumlah nelayan yang bekerja di IPPP Grajagan sejumlah 2.098 orang.
Pada saat musim barat seperti ini, nelayan banyak menyandarkan perahunya di kolam labuh sisi barat maupun sisi utara pelabuhan Grajagan. Yang mana kedua kolam labuh tersebut sudah dilengkapi dengan breakwater, sehingga kapal nelayan yang merapat ke dalam kolam labuh terlindungi dari ombak saat musim barat. Selama musim barat, banyak nelayan yang melakukan proses docking kapal untuk persiapan menangkap ikan saat cuaca sudah membaik. (ANGGA)
