Pemkab Tulungagung Bakal Jemput RibuanTenaga Migran di Surabaya

CB, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, telah mempersiapkan penjemputan ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Surabaya. Telah diketahui, kisaran 1.407 PMI yang bakal dijemput merupakan pekerja dari luar negeri yang telah habis masa kontraknya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tulungagung Bersama TNI-Polri telah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) PPKM Darurat. Hal tersebut yang disampaikan oleh Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto SH, S.I.K, MH dihadapan para wartawan saat memimpin rapat koordinasi Covid-19 di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (04/02).

Sedangkan poin rapat yang dipimpin langsung Kapolres Tulungagung dan yang didampingi Wakil Bupati (Wabup) Tulungagung H Gatut Sunu Wibowo SE, yakni perihal upaya antisipasi kepulangan kisaran 1.407 PMI yang bekerja diluar negeri. Selain itu, dalam rapat tersebut juga membahas terkait varian Omicron yang disinyalir mulai menyebar dibeberapa negara.

“Beliaunya bapak bupati saat ini sedang ada kegiatan ke Jakarta dan saya dipercaya beliaunya ditugaskan memimpin rapat Covid-19,” kata Kapolres Tulungagung akbp Handono Subiakto SH, S.I.K, MH saat dikonfirmasi wartawan di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso.

Dalam menyambut kepulangan PMI yang telah habis kontraknya itu, imbuh Kapolres Tulungagung yang juga pernah bertugas lama di Manado Sulawesi Utara ini, pihak Pemkab Tulungagung akan melakukan penjemputan di Surabaya. Dan, upaya penjemputan PMI yang jumlahnya seribu lebih itu, tentu upaya mengantisipasi soal varian Omicron tersebut.

“Semua ini adalah upaya antisipasi agar Tulungagung bisa terhindar dari varian Omicron,” jelas Kapolres. Namun demikian, imbuhnya, penjemputan itu tidak serta merta bisa langsung. “Ada beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP), mereka (PMI, red) terlebih dahulu dilakukan karantina di Surabaya,” paparnya.

Masih kata Kapolres Tulungagung, setelah dikarantina tentu akan dilakukan tes kembali apakah mereka para Pekerja Migran Indonesia ini positif atau negatif. Dan, apabila dinyatakan negatif, maka mereka akan dijemput satgas kabupaten.

“Setelah itu dilakukan screening oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, apabila positif nanti akan dirawat di rusunawa. Dan bagi yang sehat akan dijemput oleh satgas desa kemudian dikembalikan pada keluargabya,” paparnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung Agus Santoso melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Trining, bahwa pihaknya dibantu stakeholder terkait akan melakukan penjemputan kepada 1.407 PMI di Surabaya. Dan, menurutnya, pada 1 Januari hingga 31 Maret 2022, yakni kisaran 1.407 PMI yang habis masa kontraknya bakal mendapat perhatian serius.

“Akan tetapi mereka itu semua akan pulang, karena ada yang masih memperpanjang kontraknya. Jadi selain mereka ada yang pulang dan tidak, akan tetapi kita tidak bisa memprediksi berapa mereka yang akan pulang nanti,” kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Tulungagung ini dihadapan wartawan.

Namun demikian, lanjutnya, dalam pekan ini pihaknya bakal melakukan penjemputan PMI asal Tulungagung di Surabaya, yakni kisaran 31 orang.

“31 bekerja di Brunai Darussalam ini, mereka sudah menyewa pesawat bersama 153 PMI lainnya,” jelasnya.(fai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *