Peserta KKN UIN Sayyid Ali Rahmattulah Tulungagung Disambut Hangat Kades Banyuurip

CB,TULUNGAGUNG- Pemerintah Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Kamis (07/02) mengadakan pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmattulah Tulungagung, di balai desa setempat. Dan, kegiatan KKN Mahasiswa UIN Tulungagung inipun disambut hangat Kades Banyuurip.

Dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Desa Banyuurip, Suyatno SE mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung program KKN yang diadakan di desanya itu. Sebab, menurut kades, dengan adanya KKN ini tentunya sangat bermaanfaat

untuk warga masyarakat, khususnya warga masyarakat Desa Banyuurip. Dan, untuk pos dalam kegiatan-kegiatan KKN di wilayah Desa Banyuurip itu, Kades Banyuurip inipun merelakan rumahnya untuk ditempatinya selama program KKN ini berjalan.

“Jadi, selama mengadakan kegiatan KKN di Desa Banyuurip, rekan-rekan mahasiswa ini nanti bisa memakai rumah saya,” kata Kepala Desa (Kades) Banyuurip ini kepada Cahaya Baru, Senin (07/02).

Sebagai kepala desa, lanjut Kades Banyuurip, bahwa Pemdes Banyuurip sangat mendukung KKN yang ada di desanya itu dan iapun harus memikirkan tempat atau pos para peserta KKN itu.

“Selaku Pemdes, kami sangat mendukung Program KKN yang diadakan di desa kami. Karena program ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat kami dan kami pun selalu pemerintah desa Banyuurip, wajib memberikan tempat atau pos untuk rekan-rekan mahasiswa. Dan kebetulan rumah saya masih banyak yang kosong,” jelas Kades Banyuurip.

Sementara itu, diselala pembukaan KKN UIN Sayyid Ali Rahmattulah Tulungagung, yakni Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Risqo Ahmadi mengatakan, bahwa kontek KKN kali ini sedikit berbeda. Sebab, program KKN ini sendiri dalam visinya bukan pemberdayaan, akan tetapi mensinergikan bergerak bersama.

“Kita melihat bahwa desa hari ini tidak cukup untuk hanya diberdayakan, tapi justru kita melihat desa hari ini sudah banyak yang sudah maju. Termasuk ketika kita melihat potensi-potensi desa, baik itu potensi wisata maupun potensi yang lain dengan adanya kesadaran teman-teman muda pengerak yang menjadi pusat perhatian banyak orang, tidak hanya dalam

level kabupaten tapi juga level nasional. Gerakan ekonomi itu biasanya berangkat dari gerakan akar rumput, yaitu dari desa-desa,” jelas Risqo kepada Cahaya Baru.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *