CB, GRESIK – Fasilitas umum berupa insfrastruktur dari segala jenis dan/atau berbagai rupa bentuk bangunannya adalah mutlak pengadaan dan perawatannya oleh para penyelenggara pemerintah, demi dan guna menopang serta memperlancar lajunya tata kelola kehidupan sosial kemasyarakatan hingga menuju dan tercapainya kesejahteraan bersama.
Bersama Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (Distrik Gresik), Muhammad Huddin, S.Pd, beberapa waktu lalu, awal (Februari/2022) dikantor Distrik.
Mengangkat tema seputar perhatian khusus terhadap bangunan insfrastruktur atau fasilitas umum yang diperuntukan bagi kepetingan rakyat akar rumput, diulas singkat bersama saudara-saudara para aktivis LSM GMBI Distrik Gresik, berkantor diwilayah kecamatan Benjeng.
Bagaimana tanggapan atau respons dari para teman-teman aktivis, khususnya yang tergabung dalam keluarga besar LSM GMBI Distrik Gresik, tentang bangunan insfrastruktur. Baik bangunan insfrastruktur yang masih dalam proses pengerjaannya dan terkesan lambat, juga bangunan insfrastruktur yang tidak berusia lama oleh karena tidak sedikit sebagai penyebabnya.
Terlebih bangunan insfrastruktur yang masih hangat didirikan atau baru saja usai dalam pengerjaannya namun telah mengalami kerusakan yang terbilang sangatlah fatal dan berdampak pada terhambatnya aktivitas penduduk, adalah menjadi topik bahasan bersama keluarga besar LSM GMBI Distrik Gresik, bersama awak media Cetak & Online Cahaya Baru.
Disela-sela akan melangsungkan kegiatan tasyakuran bersama keluarga besar LSM GMBI Distrik Gresik dikantor Distrik, Muhammad Huddin, S.Pd, meluangkan waktunya untuk menjawab dan/atau merespon tentang hal-hal yang telah dikemukakan oleh awak media.
Menegaskan, bahwa insfrastruktur adalah fasilitas umum bagi keberlangsungan tata kelola kehidupan sosial serta dalam proses bermasyarakat, terlebih bagi kalangan penduduk desa yang notabenenya adalah bekerja sebagai petani, ucap Muhammad Huddin, S.Pd, mengawali percakapan.
Item bangunan berupa jembatan raya penghubung antar wilayah kecamatan yang terletak di Dusun Kacangan Desa Bulurejo, kecamatan Benjeng, yang beberapa waktu lalu telah mengalami kerusakan, perlu kiranya segara diatasi oleh pihak yang berkompeten dalam hal ini, yaitu pemerintah daerah pastinya, mengingat sangat berpengaruh dan berdampak besar pada lajunya perekonomian, khususnya bagi para penduduk dan/atau warga setempat, himbau dan harap dari Muhammad Huddin, S.Pd, selaku Ketua LSM GMBI Distrik Gresik.
Hingga berita ini tayang, keadaan bangunan jembatan masih belum juga terlihat adanya aktivitas penanangan atau perbaikan. Jembatan raya dusun Kacangan, Desa Bulurejo penghubung antar wilayah kecamatan, yaitu wilayah Kecamatan Kedamean – Kecamatan Benjeng. Kerusakan fatal dan/atau runtuhnya jembatan raya, atau terputus tepat ditengah-tengah bangunan, jika menurut prediksi umum memperkirakan sebagai penyebabnya adalah selain kualitas bangunan juga kondisi tanah yang mudah bergerak.
Pada proyeksi bangunan yang lain, masih dalam satu wilayah kecamatan Benjeng kabupaten Gresik, pemandangan kendali arus kendaraan oleh beberapa warga setempat telah berlangsung dalam waktu yang terbilang lama, mengesankan bahwa lambannya pengerjaan sebuah item proyek.
Pembangunan jembatan raya, arus lalu lintas jalan raya berkapasitas poros kabupaten, terletak dan menghubungkan antara kecamatan Benjeng – kecamatan Duduk Sampeyan – kecamatan Cerme – kecamatan Balongpanggang.
Entah menjadi faktor penyebabnya apa, hingga berita ini tayang tidak terlihat adanya aktivitas pengerjaan, jika cuaca tidak mendukung oleh karenanya, maka apakah penyelenggara dan/atau tenaga profesional konstruksi tidak memprediksi atau memperkirakan sebelumnya ?.bersambung. (SUB)
