CB, TULUNGAGUNG – Mantan Wakil Presiden RI, Dr, Drs Haji M. Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia telah meresmikan Masjid Al Fattah Kepatihan di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Selasa (29/03).
Dalam peresmian masjid termegah di Tulungagung ini, mantan Wapres Jusuf Kalla ini didampingi langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof, Dr H. Haedar Nashir MSi, Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar SE, Dandim 0807, Kapolres Tulungagung serta Forkompimda Tulungagung.
Kedatangan mantan orang Nomor 2 di Indonesia ini, disambut hangat oleh ratusan undangan serta warga masyarakat setempat yang ingin melihat langsung peresmian masjid yang menghabiskan dana kisaran 35 milyar.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan, bahwa pembangunan Masjid Al Fattah Kepatihan ini memang dibangun oleh orang Mohammadiyah. Namun demikian, Masjid ini bisa dipergunakan atau dimanfaatkan untuk semua umat Islam.
“Pembangunan Masjid memang dipelopori orang-orang Mohammadiyah, akan tetapi masjid ini bisa dipergunakan semua orang Islam. Artinya, Islam itu memang beda dengan agama-agama lain,” kata mantan Wapres RI Jusuf Kalla dihadapan ratusan undangan.
Dan, lanjut Jusuf Kalla, keberadaan masjid itu netral dan bukan golongan radikal. Sehingga, menurutnya, kalau ada orang yang mengatakan masjid adalah tempat radikal, itu harus diluruskan.
“Jadi masjid itu netral dan masjid bukanlah radikal. Kalau ada orang yang mengatakan masjid itu tempat radikal, itu wajib dipertanyakan,” tegas Jusuf Kalla.
Sementara itu, Suwono, salah seorang Takmir Masjid Al Fattah Kepatihan mengatakan, kalau lantai masjid itu terbuat dari baja. Tidak itu saja, keramik dinding masjid itu juga didatangkan dari Negara Italia dan India serta karpetnya dari Negara Turki.
“Iya mas, lantainya ini terbuat dari baja dan karpet-karpetnya dari Turki serta keramiknya itu dari dari Italia,” ujar Suwono kepada Cahaya Baru.
Kapasitas daya tampung Masjid Al Fattah Kepatihan ini, imbuh Suwono, bisa menampung berkisar 1.300 jama’ah. Dan, harapannya, setelah diresmikannya Masjid Al Fattah Kepatihan ini oleh mantan Wapres Jusuf Kalla, kelak masjid tersebut bisa bermanfaat bagi umat dan negara, khususnya di Tulungagung.
“Masjid Al Fattah Kepatihan ini bisa menampung 1.300 jama’ah dan yang jelas lebih bermanfaat untuk umat dan bangsa, utamanya di Tulungagung,” jelasnya. (rul)
