CB, Mojokerto – Musrenbang RKPD Kabupaten Mojokerto Tahun 2023 bertemakan “Transformasi Ekonomi yang Berkelanjutan dan Inklusif melalui Pemerataan Pembangunan dan Peningkatan Kualitas SDM” digelar di Pendopo Grahamajatama, Pemkab Mojokerto, Jl. A.Yani no. 16 Mojokerto, Selasa (29 Maret 2022).
Bappeda Kabupaten Mojokerto sebagai penyelenggara Musrenbang, memamerkan produk-produk UMKM kabupaten Mojokerto. Dengan motto “Bangga Buatan Mojokerto. UMKM Sejahtera Mojokerto Maju”, disajikan produk UMKM seperti Kain Batik, Sepatu Kulit, Tas Kulit, Sarung Ikat, Kerajinan Tangan yang ditawarkan di stand Mojokerrto Creative Space, Batik BEBA, Batik Puspa Abadi (Batik Minoux), Produk Lonara (Sepatu Kulit Domba), Tenun Ikat, Batik Eco Print dan Batik WEGI (Batik Tulis Mojokerto).
Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati, M.Si. dalam sambutannya memaparkan tentang 10 Arahan Presiden RI. Selain itu Isu stategis Nasional, Isu strategis Provinsi Jawa Timur dan isu strategis Kabupaten Mojokerto. Isu strategis Provinsi Jawa Timur, meliputi Ekonomi, SDM, Infrastruktur, Kemiskinan, Kesehatan dan Pangan.
Adapun Isu Strategis Kabupaten Mojokerto, meliputi: Peningkatan kualitas SDM yang berakhlak mulia, Pengentasan masyarakat miskin dan yang termarjinalkan, Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif. Tata kelola Pemerintahan yang berkualitas, cerdas dan bermartabat, Penguatan infrastruktur dan lingkungan hidup yang beekualitas dengan dukungan teknologi informasi.
Pada Musrenbang RKPD 2023, Bupati Ikfina menjelaskan 7 (Tujuh) Prioritas Pembangunan Tahun 2023: Pertama. Pemulihan Ekonomi Kerakyatan melalui peningkatan nilai tambah ekonomi sekiyar usaha mikro, agrobisnis, agroindustri dan pariwisata. Kedua. Pengembangan ekonomi wilayah melalui pemerataan hasil-hasil pembangunan. Ketiga. Penguatan SDM unggul berkualitas yang sehat, cerdas, terampil dan berdaya saing yang ditandai nilai-nilai keimaman dan ketaqwaan. Keempat. Pembanguan kebudayaan dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal menuju tingkat peradaban yang lebih tinggi. Kelima. Meningkatkan kualitas dan layanan dasar infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan berkualitas. Keenam. Pemantapan daya dukung sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup. Ketujuh. Peningkatan kondusifitas keamanan fan ketertiban serta kualitas layaman publik”. (Ertin Primawati/Adv)
