CB, TULUNGAGUNG – Warga Perumahan Bangau Putih Permai di Desa Bangoan, Kecamtan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, sesalkan pembongkaran balai pertemuan rukun tetangga (RT) yang diduga pelakunya oknum ASN. Pasalnya, pembokaran balai pertemuan yang berlokasi di Blok D RT 02 RW 03 pada Sabtu (26/03, red) itu tanpa melakukan koordinasi dengan warga setempat.
Sedangkan oknum ASN yang diduga dalang pembongkaran balai pertemuan tersebut, diketahui bernama Tatag dan ia seorang staf di Kecamatan Rejotangan. Hal tersebut yang disampaikan J-K, warga Perum Bangau Putih Permai ini.
Menurut JK, oknum tersebut datang dilokasi bersama tukang dan berusaha membongkar bangunan balai pertemuan itu. Namun, belum selesai membongkar paving dan keramik di lokasi tersebut, mereka keburu diketahui warga setempat.
Tak menunggu waktu lama, warga pun ramai-ramai menghentikan aksi pembongkaran balai pertemuan tersebut pada oknum ASN tersebut.
“Kejadian itu memang benar adanya mas. Pada saat itu, pak Tataq mengajak tukang bangunan untuk membongkar gedung balai pertemuan RT itu. Karena keburu diketahui warga, ya akhirnya warga pun beramai-ramai menghentikan upaya pembongkaran itu,” kata J-K saat dikonfirmasi Cahaya Baru, Senin (28/03), kemarin.
Masih Menurut JK, sebenarnya warga merasa heran atas upaya pada oknum ASN yang tanpa melakukan koordinasi terlebih dulu pada warga dan tiba- tiba ia bermaksud merobohkan bangunan itu. Padahal, gedung balai pertemuan RT tersebut di bangun hasil swadaya warga masyarakat setempat.
Dan, lanjut J-K, ketika akan membangun gedung balai pertemuan, yakni semua warga pun sudah ada kata mufakat. Dan, pada saat pertemuan antar warga itu iapun sudah diundang, akan tetapi dia tak hadir. Ada apakah sebenarnya dibalik semua ini?
“Jujur, warga merasa heran, kok tiba-tiba saja Pak Tataq ingin merobohkan gedung balai pertemuan dan tanpa ada koordinasi dengan warga. Padahal dia sendiri tahu kalau gedung Itu kita bangun dengan swadaya warga dan lahannya itu milik Pemaju Perumahan yang dulunya pos kamling,” paparnya.
Sementara itu, Tataq, saat akan dikonfirmasi terkait hal tersebut belum berhasil ditemui. “Dari tadi beliaunya (Tataq, red) tidak ada mas,” kata seorang staf Kecamatan Rejotangan kepada Cahaya Baru.(rul)
