CB, Mojoketo – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Mojokerto menggelar Rapat Paripurna dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di ruang rapat GRAHA WHICESA DPRD kabupaten Mojokerto, Jalan RA. Basoeni No. 35 Sooko, Mojokerto, Selasa (16/6/2022).
Rapat Paripurna diagendakan dalam dua sesi. Pagi, pukul 09.00 WIB, mendengarkan Pidato Presiden RI dalam rangka rangka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022. Siang, pukul 13.30 WIB mendengarkan Pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun 2023 beserta Nota Keuangannya,
Dipimpin Ketua DPRD kabupaten Mojokerto Ayni Zuhro dengan didampingi Wakil Ketua Puji Lestari dan H. Sholeh, Rapat Paripurna dihadiri Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wakil Bupati Mojokerto H. Muhammad Al Barra, Lc. M.Hum., Forkopimda, OPD, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Mojokerto serta para undangan.
Mengawali sambutannya, Ketua DPRD kabupaten Mojokerto Ayni Zuhro mengatakan, “Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT yang melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga pada hari ini kita dapat menghadiri dan mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan tema Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat.”
“Mudah-mudahan acara ini akan membawa berkah dan kemanfaatan bagi kita bersama, khususnya dalam peningkatan kualitas cinta kita terhadap bangsa dan negara”. Ucap Ayni Zuhro
Presiden RI Joko Widodo dalam pidatonya mengatakan bahwa Tantangan yang kita hadapi saat ini sangat berat, sangat sulit, tidak mudah. Semua negara, di seluruh dunia sedang mengahadapi ujian yang sama, krisis kesehatan, pendaemi covid 19 belum sepenuhnya pulih, perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit, tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi.
Ujian ini tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Semua ini harus kita hadapi dengan kehati-hatian, dengan kewaspadaan.
“Negara Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global. Negara Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi covil 19, termasuk 5 besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, yaitu 432 juta dosis vaksin yang telah kita suntikan”. Kata Presiden Joko Widodo yang disambut aplause dari para hadirin.
Inflasi juga berhasil dikendalikan di kisaran 4,9 persen, angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi Asean yang berada di sekitar 7 persen dan jauh dibawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen. Bahkan sampai pertengahan tahun 2022, APBN surplus 106 trilyun rupiah. Oleh karena itu Pemerintah mampu memberikan subsidi BBM, subsidi LPG dan subsidi listrik sebesar 502 trilyun di tahun 2022 ini, agar BBM di masyarakat tidak melambung tinggi.
Ekonomi berhasil tumbuh positif di angka 5,44 persen pada kuartal kedua tahun 2022. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di semester I tahun 2022 surplusnya sekitar 364 trilyun rupiah.
Presiden Joko Widodo berpesan, “Kita harus selalu eling lan waspoda, harus ingat dan selalu waspada. Kita harus selalu cermat dalam bertindak, kita harus hati-hati dalam melangkah”.
“Agenda besar bangsa tidak boleh berhenti, langkah-langkah besar harus terus dilakukan, ada minimal lima agenda besar. Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu mendukung lima agenda besar bagi pencapaian Indonesia maju dengan komitmen, dengan kerja keras, dengan inovasi dan kreatifitas”. Tegas Presiden Jokowi.
“Marilah kita bersatu padu untuk Indonesia Maju. Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Lanjutnya.
“Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Negeri Pancasila. Merdeka.!!!” Tutup Presiden Joko Widodo yang pada kesempatan tersebut mengenakan busana adat Paksian dari Provinsi Bangka Belitung dengan motif pucuk rebung yang melambangkan kerukunan dan warna hijau mengandung filosofi kesejukan, harapan, dan pertumbuhan. (Adv)
