Cahayabaru, Bojonegoro – Buntut dari penemuan bayi di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander yang ditelantarkan oleh orang tuanya dihalaman rumah warga beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro.
Anggota DPRD Bojonegoro Natasha Devianti, S.IP. mengatakan, penemuan bayi perempuan yang dibuang orang tuanya tentu sangat memprihatikan. Kejadian ini, harus segera dicari akar permasalahnya, apakah karena persoalan ekonomi atau masalah sosial.
“Naluri saya sebagai seorang Ibu, sangat prihatin dengan kejadian ini. Semoga orang tua anak segera menyadari bahwa anak adalah anugerah yang harus dididik dan dirawat,” tuturnya, Kamis (29/9/2022).
Dia mengatakan, harus ada penanganan khusus. Sebab, anak-anak ini tanggungjawab pemerintah melalui Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro.
“Dinas Sosial harusnya lebih mensosialisasikan pencegahan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang memang ingin mengadopsi,” ungkapnya.
Lanjut Natasha, namun hal tersebut juga harus sesuai dengan kemampuan dan kelayakan untuk mengadopsi anak. Karena banyak masyarakat ingin mengadopsi bayi yang dibuang ini maka diperlukan sosialisasi.
“Banyak masyarakat yang ingin mengadopsi jika ada penemuan bayi, mungkin bisa diberikan kemudahan,” ucap mbak Sasa, sapaan akrabnya.
Sasa berharap, DP3AKB Bojonegoro harus gencar melakukan sosialisasi penyuluhan di sekolah-sekolah mulai tingkat sekolah dasar agar tidak terjadi kejadian serupa. Hal ini agar tidak terjadi tindak kejahatan seksual di sekolah atau anak bawah umur.
“Pendidikan sex juga harus gencar dilakukan di tingkat sekolah. Anak-anak harus dikenalkan mana yang boleh disentuh dan tidak oleh orang lain sejak dini. Kalau bisa dalam kurikulum sudah dimasukkan supaya kita bisa mencegah di awal,” katanya.
Dia menambahkan, kasus penelantaran bayi terjadi karena lemahnya pengawasan, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan ditanamkan oleh orang tua. Sehingga terjadi penyimpangan seperti melahirkan di luar pernikahan.
“Ini jadi PR kita sama-sama untuk mencegah. Jangan sampai hubungan yang tidak sah terjadi lagi. Ini mesti betul dijaga anak-anak itu karena jika hal tersebut terjadi tidak bisa menjamin masa depan yang lebih baik,” pungkas Natasha. (aj)
