CB, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mengingatkan puncak musim hujan, khususnya wilayah rawan bencana longsor yang terjadi di beberapa kecamatan. Peringatan tersebut, upaya mengantisipasi bila daerah rawan longsor maupun banjir saat diguyur hujan lebat.
Dan, tiga hari lalu, hujan lebat dan cukup lama itu telah mengguyur di ‘seluruh’ wilayah Tulungagung. Akibatnya, desa-desa di lima kecamatan telah terjadi bencana longsor. Dan upaya mengantisipasi terjadinya longsor susulan, Pemkab Tulungagung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung ke lokasi-lokasi bencana longsor dengan memberi bantuan kepada para korban.
Untuk itu, BPBD Tulungagung terus menyiagakan anggotanya dan meminta masyarakat terus membantu melalukan pemantauan wilayah sekitar di musim ektrem tahun ini. Jika ada laporan, BPBD bakal merespon dengan cepat untuk dilakukan tindakan cepat bila bencana kembali terjadi.
“Jadi, upaya mengantisipasi musim ekstrem kita siaga terus dan semua anggota kita minta untuk memantau perkembangan informasi yang terjadi,” kata Kepala BPBD Tulungagung Robinson Nadeak kepada Cahaya Baru, Rabu (05/10).
Rabinson juga mengatakan, pasca banjir di wilayah Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat dan Desa Besole Kecamatan Besuki, BPBD Kabupaten Tulungagung juga telah mengambil langkah cepat dengan mengirim alat berat untuk pembersihan lokasi banjir.
“Bahkan dibeberapa lokasi sudah kita datangkan alat berat untuk pembersihan, seperti di Bedalem (Desa Besole Kecamatan Besuki, red) sudah kita siapkan perahu untuk evakuasi dan membantu anak-anak sekolah saat air tinggi,” jelas Robinson.
Selain itu, imbuh pria kelahiran Medan ini, bantuan dasar juga sudah disalurkan pada masyarakat yang terdampak bencana di beberapa titik yang terjadi akhir-akhir ini.
“BPBD Tulungagung sudah memberikan bantuan dasar bagi yang terkena dampak bencana,” ungkapnya. Tahun 2022 ini, tambahnya, menurut catatan BPBD Kabupaten Tulungagung, cuaca yang terjadi disebut ekstrem. “Tahun ini hujan di luar prediksi,” jelas Robinson.
Masih kata Robinson, masyarakat agar hati-hati dalam menghadapi musim ektrem tahun ini dan selalu waspada dengan setiap kemungkinan yang terjadi, khususnya wilayahnya rawan bencana agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Sebab, menurutnya, bila dirunut dari bencana di Tulungagung Selatan, ia menjelaskan banjir yang terjadi adalah genangan air dan lumpur. Maka, iapun memastikan penyebab banjir ini karena terjadinya erosi di wilayah yang lebih atas.
“Jadi, semua itu butuh kesadaran bersama menjaga lingkungan agar dampak yang terjadi di kemudian hari tidak semakin parah dan sangat penting,” harap Robinson.(rul)
