Dispendipora Tulungagung Ikuti HAI di Lamongan, Syaifudin Zuhri: Tetap Kita Kembangkan Tempat-tempat Kelompok Belajar Masyarakat 

CB, TULUNGAGUNG- Setiap peristiwa, tentu memberikan sejarah dan sejarah tersebut tentu harus dikenang atau diperingati setiap tahunnya. Dan, setiap tahunnya terdapat tanggal-tanggal peristiwa yang harus dikenang dan diperingati agar tidak lupa, soal pentingnya sejarah.

Mengingat pristiwa penting menjadi salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap sejarah. Hal itu yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispendipora) Kabupaten Tulungagung melalui Sekretaris Syaifudin Zuhri SH.

Syaifudin Zuhri juga mengatakan, beberapa hari lalu Dispendipora Tulungagung telah menghadiri acara Pelaksanaan Peringatan Hari Aksara Internasional Ke-57 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2022, di Kabupaten Lamongan.

“Jadi, dalam rangka Hari Aksara Internasional itu agenda tahunan selalu diperingati di tingkat Provinsi, dan tempatnya bergantian. Untuk tahun ini (Oktober 2022, red), dilakukan di Kabupaten Lamongan, Insyaalloh tahun depan di Kota Batu,” kata Syaifudin Zuhri kepada Cahaya Baru di ruang kerjanya, Jumat (04/11).

Adapun kegiatan itu, lanjut Syaifuddin, menggali potensi-potensi yang ada di pendidikan non formal. Dan, menurutnya, pada hari aksara internasional itu tentu pula punya semangat, dan semua warga masyarakat kabupaten/kota se-Indonesia, melek huruf.

‘Jadi, ada program yang namanya keaksaraan fungsional dan mereka yang buta huruf itu dimelekkan biar tahu huruf. Tapi di Kabupaten Tulungagung sudah bebas buta,” ujarnya.

Akan tetapi, imbuh Syaifudin, di Kabupaten Tulungagung saat ini sudah tidak ada program keaksaraan fungsional. Namun, menurutnya, yang ada adalah mereka yang belum memiliki ijazah SD, SMP dan SMA dan program pendidikan non formalnya, yakni kejar paket. Namun demikian, untuk Paket A di Kabupaten Tulungagung tidak ada, dan yang ada di Kabupaten Kediri.

“Sehingga, ketika warga Kabupaten Tulungagung yang belum memiliki ijazah atau belum mengenyam pendidikan dasar, SD khususnya, disilakan untuk mengikuti kejar paket A di Kabupaten Kediri,” ucap Syaifudin.

Masih kata Syaifudin, pihaknya pun bakal tetap mengembangkan tempat-tempat kelompok belajar, agar kelak di Tulungagung tidak ada lagi orang yang buta huruf. “Jadi, tetap kita kembangkan tempat-tempat kelompok belajar masyarakat, utamanya untuk Peket B dan C,” ucap Syaifudin.

Syaifudin menambahkan, terkait Paket A, yakni ketika dibuka tidak ada warga belajarnya. Disini lain, Kabupaten Tulungagung sendiri sangat minim dan bila mana ada, itupun sulit dikerjakan.

“Kenapa sulit dikerjakan, mungkin sakit atau cacat permanen, dan itu tidak mungkin bisa dikerjakan untuk sampai mengikuti kejar,” jelas Syaifudin.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *