CAHAYABARU-Lumajang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang daerah Istimewa kota pisang,menginisiasi berbagai padat karya untuk mengatasi dampak inflasi dimasyarakat.
Kepala Disnaker dr.Rosyidah mengatakan. bahwa,melalui program padat karya masyarakat dapat menerima penghasilan tambahan secara otomatis dan akan meningkatkan daya beli.
Dr.Rosyidah juga menghimbau kepada masyarakat agar membersihkan lingkungan menjadi tanggungjawab semua warga semoga dengan adanya giat Padat Karya ciri khas Gotong Royong masyarakat dalam membangun desa tidak akan luntur,”tuturnya.
Tak hanya itu saja dr.Rosyidah ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya menyampaikan, pekerjaan padat karya yang akan dilaksanakan adalah rehabilitasi kawasan lingkungan dan saluran air untuk membersikan drainase dengan alokasi anggaran Rp.2.306.250.000 adapun penyerapan jumlah tenaga kerja selama padat karya ini berlangsung di 205 Desa dan Kelurahan dikabupaten Lumajang mencapai 5.125 orang.
Kegiatan padat karya ini rencananya akan berlangsung selesai 3 Desember 2022,kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari implementasi pelaturan menteri keuangan nomer 134/PMK/07/2022 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun 2022.”imbuhnya.
Terpisah, seluruh Kepala Desa khususnya wilayah Kecamatan Yosowilangun sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang, dengan program padat karya inflasi selain membersihkan lingkungan juga bisa mengurangi beban masyarakat dengan upah yang diberikan kepada masyarakat itu sangat bermanfaat,”ujar salah satu Kades kepada wartawan Cahaya Baru.id selasa 8/11/2022.
Kecamatan Yosowilangun 12 Desa serentak mengerjakan pembersihan gorong-gorong, Drainase,parit hingga jalan yang kotor juga dibersihkan,pekerja mulai hari senin 7 November hingga 12 November selama 6 hari 25 tenaga kerja diupah langsung oleh Disnaker Kabupaten Lumajang sebesar Rp,75000 perhari.
Reporter:Hardy
