CB,- SAMPANG – Diduga kualitasnya jelek, proyek pengaspalan jalan yang berangkat dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) sudah mulai rusak, akibat terkikis air hujan.
Proyek pengaspalan yang bersumber dari dana hibah Provinsi Jawa Timur, tahun 2022 tersebut, tepatnya di Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang tidak akan bertahan lama.
Selain kualitasnya jelek, program dana hibah tersebut, dikerjakan di saat musim hujan, sehingga kualitasnya di jamin tidak akan bertahan lama, tidak sesuai dengan harapan masyarakat setempat.
Menurut warga setempat, inisial A, yang tak jauh dari lokasi proyek megungkapkan, bahwa proyek di jamin tidak akan bertahan lama, karena pelaksanaan bertepatan dengan turunnya hujan.
“Sekarang ini musim hujan mas, jadi kalau proyek di kerjakan sekarang, yang jelas tidak akan bisa bertahan lama, dan aspal yang baru tidak akan melekat,” ungkap warga yang namanya enggan di publikasikan.
Kades Bunten Barat Sukaryadi, saat di hubungi melalui telpon WhatsApp tidak di angkat, dan tidak ada respon. Dan di hubungi melalui pesan WA mengaku kalau pekerjaan itu, adalah bersumber dari dana hibah atau Pokmas tahun 2022.
“Itu proyek Pokmas lek, yang kerja itu saya, ada apa…?. Ayo kita ketemu aja dulu,” ajak Sukaryadi
Bahkan Sukar,sapaan akrabnya, minta agar jangan di beritakan dulu, dan ngajak ketemuan, karena ia berjanji akan memperbaiki pekerjaan yang rusak.
“Itu Pokmas lek, jangan di beritakan dulu lek, nanti ketemu saya aja dulu. Saya sudah survey ke lokasi, masih menunggu hujan reda yang mau di perbaiki,” ujarnya. (die)
