CB, TULUNGAGUNG – Pasca terjadi keributan di Hall Cafe Hexa Kelurahan Kotoanyar Kecamatan Tulungagung, namuncafe tersebut masih buka seperti biasa. Tak pelak, cafe yang berlokasi di barat Jembatan Lembu Peteng ini diduga picu kemarahan warga sekitar.
Dan, ironisnya lagi, cafe yang telah lama buka ini ketahui belum mengantongi izin operasional maupun izin penjualan minuman keras (miras). Ada dugaan, Cafe Hexa yang hingga kini masih beroperasi adanya beking kuat yang melindunginya. Siapakah beking dibelakang Cafe Hexa ini?
Febri, pengurus Cafe Hexa saat dikonfirmasi mengatakan, terkait izin operasionalnya masih dalam proses. Namun demikian, ia mengatakan kalau izin itu tak lama lagi bakal keluar.
“Memang selama ini izin operasional cafe Hexa belum keluar, namun kita sudah mengurus surat izin operasionalnya. Mungkin tidak lama lagi akan keluar izinnya,” ucap Febri Senin (14/11) kepada wartawan.
Ketika disinggung adanya beberapa oknum anggota polisi pasca keributan di Hall Cafe Hexa, Febri pun membenarkan. Bahkan, menurut Febri, beberapa oknum polisi yang berpakaian preman itu lagi asyik minum di sebuah meja depan.
“Benar mas, pas ada kericuhan di hall cafe Hexa kemarin, kalau tidak salah ada sekitar tiga orang anggota polres Tulungagung yang sedang mampir minum. Mereka minum di meja depan di dalam hall cafe hexa,” jelas Febri.
Sementara itu, terjadinya keributan hingga baku hantam di Hall Cafe Hexa itu dipicu pengaruh minuman keras (miras). Namun, yang menjadi pertanyaan warga sekitar, yakni sipakah oknum polisi yang saat itu ada di dalam keributan tersebut? (rul)
