Kesbangpol Tulungagung Sosialisasikan Pendidikan Politik Pada Kelompok Masyarakat

Nina: Kita Disini Bukan Bicara Soal Kualitas Tetapi Bicara Kuantitas

CB, TULUNGAGUNG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik gelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik kepada kelompok masyarakat, khususnya pemilih pemula.

Sedangkan kegiatan ini digelar di Gedung Auditorium Universitas Bhineka PGRI di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Selasa (29/11).

Kegiatan sosialisasi ini dibuka Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tulungagung yang diwakili Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tulungagung, Dra Nina Umi Haniin.

Dan, kisaran 70 peserta yang terdiri dari siswa SMA sederajat mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Sedangkan kegiatan diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tulungagung dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya partisipasi bagi pemilih pemula dalam pesta demokrasi yang akan digelar tahun 2024, mendatang.

Kegiatan sosialisasi yang mengusung tema “Memperkuat Peran Pemilih Pemula Dalam Mendukung Agenda Demokrasi Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024″ menghadirkan narasumber dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur, KPU Provinsi Jawa Timur, Bawaslu Kabupaten Tulungagung serta KPU Kabupaten Tulungagung.

Nina, dalam arahannya mengatakan, sebagaimana Permendagri No. 36 tahun 2010 tentang Pedoman Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Politik, pendidikan politik berperan penting sebagai media untuk meningkatkan kesadaran dan kewajiban masyarakat dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

Sehingga, diharapkan, melalui kegiatan ini bisa meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada pesta demokrasi yang akan digelar tahun 2024 mendatang. Disamping itu, untuk menguatkan karakter dan kemandirian bagi pemilih pemula dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

Iapun menjelaskan, Indonesia yang menganut sistem demokrasi, dari rakyat untuk rakyat, memiliki agenda politik setiap 5 tahun sekali yakni Pemilu. Dimana Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyatdalam menyalurkan hak politiknya.

Di samping itu, Pemilu juga merupakan sarana bagi pemimpin untuk memperoleh legitimasi dari masyarakat dan sarana melakukan proses pergantian kepemimpin secara konstitusional.

“Tahun 2024 kita akan melaksanakan dua agenda pesta demokrasi, yakni pemilihan DPD, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten serta Pemilihan Presiden, tentunya setelah itu pemilihan gubernur dan bupati,” kata Nina Umi Haniin dihapan puluhan peserta di Gedung Auditorium Universitas Bhineka PGRI Tulungagung.

Karena, imbuhnya, pemilih  sangat berpengaruh proses pemilihan pemimpin pada 2024 mendatang.
“Jadi partisipasi pemilih sangat menentukan dalam proses pemilihan pemimpin tahun 2024 mendatang. Karena masyarakat memiliki andil penting dimana kedaulatan rakyat dimanifestasikan dalam partisipasi masyarakat. Masa depan demokrasi Indonesia ada di tangan pemilihan,” ujarnya.

Perempuan berkacamata ini berharap, yakni melalui sosialisasi pendidikan politik ini bisa menjadi media untuk memberikan pemahaman akan hak dan kewajiban dalam proses pembangunan serta memberikan pandangan mendalam terhadap ideologi bangsa.

“Terimakasih kepada narasumber yang telah bersedia hadir. Mudah-mudahan melalui sosialisasi pendidikan politik ini bisa memberi pengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat agar kualitas demokrasi semakin meningkat,” paparnya.

Pemilih Pemula, tambah Nina, yakni berperan sebagai pengontrol terhadap jalannya politik. Karena, sebuah proses transformasi, makna keterlibatan partisipasi melinial merupakan bagaian dari penataan struktur serta berkelanjutan kehidupan berdemokrasi dalam bernegara.

Dan, berdasarkan hal tersebut, terkait pendidikan politik terhadap generasi melinial sangat perlu ditanamakan agar roda demokrasi dapat berkelanjutan dalam melakukan para pemimpin bangsa Indonesia, dan khususnya daerah.

Pendidikan politik bagi generasi muda ini berfungsi untuk memberikan pengetahuan, isi dan terhadap proses penghayatan nilai-nilai yang berlangsung.

“Artinya, pendidikan politik perlu dilaksanakan secara berkesinambungan, agar generasi muda dapat terus meningkatkan terhadap dunia politik yang selalu mengalami perkembangan,” ujar Nina seraya mengatakan pembelajaran di bidang politik ini sangat penting mengingat masalah-masalah bidang politik sangat kompleks dan dinamis.

Masih kata Nina, supaya masyarakat dapat menjadi pemilih yang rasional, khususnya pemilih-pemilih pemula yang kali pertama, maka pihaknya mengajarkan pada pemilih pemula ini agar suaranya tak disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

“Jadi kita ajarkan tentang mereka, bagaimana supaya jangan sampai ada orang lain yang menyalahgunakan suara para pemilih pemula. “Kita disini bukan bicara soal kualitas tetapi bicara kuantitas,” bebernya.

Sementara itu, tujuan dari kegiatan ini sendiri diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan politik kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kewajiban dalam kehidupan bernegara dan berbangsa serta upaya meningkatkan partisipasi politik.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *