Pemdes Tuliskriyo Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan BUMDes Tahun 2022

CB BLITAR – Pemerintah Desa (Pemdes) Tuliskriyo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tahun Anggaran 2022. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Desa Tuliskriyo  Sekdes serta perangkat, seluruh pengurus BUMDes “Remboko” dan narasumber materi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar. Kegiatan ini diadakan di halaman Kantor Desa Tuliskriyo, Selasa, (29/11/2022).

Kepala Desa Tuliskriyo, Mashuriono melalui Sekretaris desa, Mustofa Zainul Muchtar menuturkan bahwa terkait nantinya pengurus Bumdes itu harus profesional dalam melakukan kegiatan Bumdes. Tentunya profesional dalam hal ini adalah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang menaungi terkait Bumdes itu yaitu peraturan pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2021.

“Jadi segala aktivitas yang dilakukan Bumdes harus mengacu pada peraturan perundang-undangan agar kedepannya Bumdes tidak terjadi permasalahan terkait penyimpangan anggaran dan terkait hukum,” tuturnya

Menurut Zainul, nama sapaan dari Sekdes mengatakan, dengan adanya pelatihan Bumdes ini diharapkan pengurus yang baru ini dapat mengelola Bumdes dengan baik dengan anggaran yang sudah didapatkan dari Desa. Tentunya bisa dipertanggung jawabkan baik secara materiil maupun audit secara eksternal.

“Mengapa, karena anggaran yang didapatkan ini adalah anggaran yang bersumber dari dana desa, dimana dari dana desa tersebut untuk penyertaan modal Bumdes. Karena memang pengurusnya baru, maka perlunya bimtek ini. Nnantinya agar mereka memahami terkait tata cara dalam pengadministrasian keuangan yang ada di Bumdes itu sendiri,” ucap Sekdes.

“Untuk penyertaan modal Bumdes, itu kita ambilkan dari tahun anggaran 2022 yaitu sebesar Rp.15 juta. Untuk selama ini memang karena Bumdes kita ini pengurusnya baru dan sebelumnya belum berjalan atau tidak ada kepengurusan maka untuk saat ini belum melakukan kegiatan apapun. Sehingga dengan adanya bimtek ini mereka akan segera melakukan kegiatan. Utamanya di tahun 2023  agar penyertaan modal yang kita sertakan bisa digunakan semaksimal mungkin, baik untuk Bumdes itu sendiri dan nantinya untuk pendapatan asli daerah (PAD) di desa,” sambungnya.

Untuk itu,  Bumdes Remboko ini diharapkan selain untuk meningkatkan kesejahteraan pengurusnya juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bentuk bagi hasil yang didapatkan dari usaha-usaha yang dikelola Bumdes. Dari bagi hasil tersebut salah satunya digunakan untuk tambahan PAD desa, yang dimasukkan ke APBDes.

“Untuk penyertaan modal ini tahub 2022 Rp.15 juta, nanti untuk 2023 itu menyesuaikan dengan proposal yang diajukan oleh pengurus Bumdes, keperluan biayanya berapa. Tetapi kita menyesuaikan kemampuan keuangan yang ada di desa kita,” urai Sekdes Zainul.

Sementara itu, Kepala bidang pembangunan desa DPMD Kabupaten Blitar, Lina Widyawati  dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan amanat PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang tata kelola BUMDes yang menyatakan bahwa pelaksana operasional wajib menyiapkan laporan berkala yang memuat pelaksanaan rencana program kerja BUMDesa/BUMDesa Bersama, meliputi laporan semesteran dan laporan tahunan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi desa, yaitu peningkatan PADes, melakukan kegiatan pelayanan umum, pemanfaatan aset desa dan mengembangkan ekosistem ekonomi digital desa,” ucapnya.

Dijelaskan oleh Lina, perangkat organisasi BUMDes terdiri atas empat bagian yaitu musyawarah desa, penasihat, pelaksana operasonal dan pengawas. Keempat pilar ini tidak bisa berdiri sendiri. Satu sama lain saling terkait.

“Jadi musyawarah desa (Musdes) merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam BUMDes. Musdes dihadiri BPD, Pemdes, unsur masyarakat yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar. Kita ambil contoh kewenangan musdes yaitu menetapkan pendirian BUMDes, juga termasuk memberikan persetujuan penyertaan modal BUMDes,” jelasnya.

 

“Harapan kami melalui Bumdes inilah kesejahteraan ekonomi masyarakat akan meningkat sekaligus membuka lapangan kerja baru, daya saing dan daya beli masyarakat tentunya ikut meningkat. Sehingga kedepannya Bumdes Remboko mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat di Desa Tuliskriyo,”pungkasnya. (Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *