Banyuwangi, Cahaya Baru – Banyaknya kegiatan yang dibiayai dengan anggaran yang bersumber dari APBD sebagaimana diatur dalam Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa sebagaimana diubah menjadi Perpres nomor 12 tahun 2021 khususnya kegiatan penyediaan BBM operasional Armada persampahan UPT pengelolaan persampahan dinas lingkungan hidup Kabupaten Banyuwangi tahun 2022 mulai dipertanyakan.
Hal ini atas dasar adanya informasi dan atau data yang menyebutkan bahwa anggaran BBM untuk kebutuhan Armada persampahan di tiga bulan terakhir ” Oktober November Desember) tahun Anggaran 2022 naik 3 kali lipat dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya ( Januari sampai September) tahun 2022.
” Coba mas ( pers ) tanyakan ke Pak Amrullah Kepala UPT pengelolaan persampahan. Dia yang mengatur semua urusan BBM Armada persampahan Apa yang mendasari hingga anggaran BBM Armada persamaan ada kenaikan hingga 3 kali lipat”. Kata sumber yang patut dipercaya di lingkungan DLH yang menolak untuk disebutkan namanya.
Dirinya menambahkan bahwa adanya kenaikan anggaran BBM untuk Armada persamaan yang cukup signifikan tersebut perlu dipertanyakan. Apakah ada penambahan Armada persampahan atau penambahan BBM untuk Armada persamaan atau ada pergerakan Armada persampahan secara massal di luar rutinitas dalam setiap harinya ” . Katanya.
Terkait adanya kegiatan penyediaan BBM operasional Armada persampahan UPT pengelolaan persampahan pada 3 bulan terakhir tahun 2022 yang menyedot APBD hingga terjadi kenaikan menjadi 3 kali lipat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya yaitu senilai pagu anggaran Rp. 374 juta per bulan , yang mana pada bulan-bulan sebelumnya senilai pagu anggaran Rp. 128 juta per bulan
Adanya nilai angka kenaikan BBM untuk Armada persampahan tersebut diakui oleh Amrullah Kepala UPT persampahan Dinas lingkungan hidup Kabupaten Banyuwangi. ” Memang pada 3 bulan terakhir tahun 2022 ada kenaikan anggaran BBM Armada persamaan tapi kenaikannya tidak sebesar itu . Data sampeyan ( pers ) itu salah “. Sanggah Amrullah.
Namun demikian ketika awak media menanyakan tentang kebenaran kenaikan anggaran tersebut Amrullah berdalih ” Data yang benar ada di bendahara. Sekarang bendahara lagi keluar. Jadi saya tidak bisa menyampaikan “. Dalih Amrullah.
Disinggung terkait banyaknya Armada dan kebutuhan BBM Armada persampahan dalam setiap harinya Amrullah mengatakan ” Total ada 23 armada dan 4 alat berat. Untuk Armada yang operasionalnya di kawasan Banyuwangi tiap hari BBM-nya 10 liter dan yang jauh seperti Kalibaru itu 24 sampai 25 liter. Karena harus keliling sampai ke wilayah pedotan bangorejo. Sedangkan pada akhir tahun kemarin terjadi banjir di Banyuwangi dan Kalibaru dan itu harus mengerahkan alat berat untuk melakukan pembersihan sungai paska banjir”. Pungkasnya. ( IMM ).
