Tak Ada Efek Jera, SMKN 1 Boyolangu Kembali ‘Lakukan’ Pungli

CB, TULUNGAGUNG -Gelontoran anggaran untuk dunia pendidikan, bentuk upaya pemerintah pusat inginkan mutu pendidikan di Indonesia makin meningkat. Tak tanggung-tanggung, pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan pada tahun ini ‘bakal’ gelontorkan anggaran ratusan triliun untuk anggaran pendidikan yang dilewatkan APBN 2023.

Dan, anggaran yang bakal digelontorkan dengan nilai yang cukup fantastis itu, diharap pula bisa menambah mutu kualitas guru didik sendiri dalam menyalurkan ilmunya dengan maksima. Karena, bila melongok lebih dekat anggaran yang bakal digelontorkan itu, yakni seperti dana BOS, BSM dan KIP ini adalah bertujuan menopang biaya pendidikan.

Namun, kadang anggaran besar dari pemerintah pusat itu masih dianggap kurang cukup oleh pihak sekolah atau memang tidak tahu menahu kegunaannya, sehingga masih ada saja dari pihak sekolah yang menarik iuran pada siswanya dengan beragam dalih.

SMKN 1 Boyolangu di Kabupaten Tulungagung ini misalnya, diduga kuat telah melakukan tarikan iuran sumbangan kepada siswa kisaran Rp.500.000 dan untuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Rp.250.000. tak tanggung-tanggung, pihak sekolah juga memberi kwitansi bukti pembayaran itu dan tarikan itu menjadi beban bagi wali murid.

“Pihak sekolah menghimbau kepada wali murid untuk segera melunasi iuran yang berjumlah Rp. 750 ribu itu,” kata JN kepada Cahaya Baru, Senin (06/03).

JN juga menjelaskan, dengan iuran sumbangan Rp.750 ribu setiap siswa, tentu dengan jumlah yang cukup besar. Sebab, menurutnya, setiap rombel kisaran 33 siswa dan untuk kelas XII kisaran sekitar 20 kelas. “Kalau itu ditotal keseluruhannya, bisa mencapai ratusan juta,” bebernya.

Padahal, imbuhnya, SMKN 1 Boyolangu sering mendapat protes dan pernah pula ada aksi demo siswa terkait pungutan liar. Namun, ironisnya, hal itu tidak membuat efek jera dan malah justru sebaliknya.

“Padahal dulu sering didemo siswa karena tarikan-tarikan yang tak mendasar, tapi anehnya kok tidak ada efek jera ya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Boyolangu Arik Eko Lestari saat akan dikomfirmasi tidak ada di tempat. “Maaf mas, saat ini bu kasek tidak ada,” jelas seorang satpam SMKN 1 Boyolangu kepada Cahaya Baru. (rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *