CB TULUNGAGUNG-Soal sampah yang dibuang dipinggir trotoar di sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro Tulungagung, menuai kontroversi. Tak pelak, sampah-sampah itu ada yang menganggap ulah oknum warga dan ada pula yang menganggap ada muatan politik, mengingat tahun ini adalah tahun politik.
Namun, bila itu dilakukan oleh oknum warga tentu sangat disayangkan, karena mereka tak memiliki rasa kesadaran peduli lingkungan. Akan tetapi bila itu dilakukan oleh ‘seorang’ yang memiliki tujuan lain alias muatan politik, tentu pula hal ini justru tindakan yang kurang terpuji.
Yang menjadi pertanyaan lagi, gundukan sampah-sampah itu datang begitu saja dan hanya ada di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro. Apalagi, kejadian hal seperti ini baru kali pertama terjadi di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro Tulungagung.
“Secara pribadi saya sangat menyayangkan kejadian itu, apalagi ini terjadi ditengah kota. Dan kalau itu warga yang melakukannya, pastinya sudah ada tempat pembuangan sampah yang telah disediakan pemerintah. Jadi saya berharap pada masyarakat agar membiasakan budaya peduli lingkungan, karena ini adalah kota kita sendiri,” kata HS kepada Cahaya Baru, Rabu (22/03).
Namun demikian, imbuhnya, kalau hal ini berkaitan dengan politik, tentu dirinya lebih sangat menyayangkan. Karena, menurutnya, seorang calon pemimpin harus memiliki etika politik dalam menjalankan misinya.
“Tak bisa dipungkiri, dalam dunia politik adalah dunia tempat segala sesuatu bergerak dan berubah dengan cepat. Namun demikian, seorang calon pemimpin perlu memiliki etika dalam menjalankan misi politiknya,” kata pria yang berdomisili di Perum Sobontoro Indah dengan ekspresi tersenyum.
Menanggapi keluhan warga tentang gundukan sampah itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung Drs Santoso MSi sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Dan, tak ingin polemik berkepanjangan, dirinya pun bakal memberi penugasan khusus bawahannya terkait sampah-sampah yang telah menimbulkan keresahan itu.
“Menurut saya itu unsur kesengajaan, karena selama ini belum pernah terjadi. Jadi, kami pun berharap kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan masing-masing agar tetap bersih dan semakin tambah indah,” kata Santoso saat dikonfirmasi Cahaya Baru via WhatsApp, Rabu (22/03).
Disinggung soal gundukan sampah itu apakah bermuatan politis, pria yang pernah menjabat Lurah Kutoanyar inipun tetap tenang dan bijak dalam menyikapi masalah tersebut. Namun demikian, kalau gundukan sampah itu ada muatan politis, iapun tetap berpikir positif thinking dan semua itu biarkan dinilai sendiri oleh masyarakat.
“Positif thinking saja dan biarlah masyarakat yang menilai. Dan yang terpenting bagi kami tetap berusaha yang terbaik untuk masyarakat,” jelas Santoso penuh bijak seraya mengatakan kalau dirinya telah memerintahkan petugas kebersihan membersihkan gundukan sampah itu.(Hsu)Related: , pittsburgh crime, jowett funeral home obituaries, rvucom sdn 2021 utah, texas senate district 12 candidates 2022, capital plaza carnival dates 2022, eric holder family los angeles, how many layers of kevlar to stop a bullet, is the met philadelphia safe, how tall is iggle piggle in feet, where was grizzly adams filmed, us open doubles entry list, did russell poole shoot rafael perez, dr joseph cleveland clinic, take my life and let it be solfa notation, icapsulate net worth 2020,Related: western brown high school student dies, is dracula (1931 public domain), d2392 dental code cost, alan pardew wife, hershey country club membership rates, joan cusack medical condition, what did philip zimbardo contribution to psychology, ondemandkorea premium, list of eagle scouts by name, nicholas “nicky” santoro, l’histoire de la grenouille dans l’eau chaude, billy wilder victoria wilder, shaquille o’neal house in zachary louisiana, 308 ballistics chart 25 yard zero, eros now promo code hack 2021,
