CB TULUNGAGUNG-Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM, dipastikan tahun ini sudah tidak lagi menjabat. Karena, pada September 2023 atau enam bulan lagi jabatan bupati sudah berakhir. Tentu jelang akhir masa jabatannya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung sudah menyusun rencana pembangunan daerah (RPD) 2024-2026 dan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2024.
Sedangkan susunan RPD dan RKP Pemkab Tulungagung nantinya menjadi acuan bagi penjabat (Pj) bupati pengganti selama masa kekosongan. Hal itu yang disampaikan Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM. Ia juga mengatakan, pada September 2023 merupakan masa akhir jabatannya, yakni sejak 2018 silam.
Menurutnya, dengan akhir jabatannya itu tentu akan ada masa kekosongan pemimpin daerah, dan peran krusial nantinya bakal diambil alih oleh Pj Bupati yang ditugaskan selama satu tahun sebelum Pilkada di Tulungagung. Penyusunan RPD dan RKPD, jelasnya, sebagai pedoman atau pegangan Pj Bupati Tulungagung yang akan ditugaskan untuk menjalankan program prioritas. Mengingat pada masa transisi pergantian pemimpin itu tetap penting untuk menjalankan program-program prioritas.
“Saat ini memasuki tahun terakhir masa jabatan bupati, sehingga segala yang ada di visi misi harus tercapai di tahun ini,” kata Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM kepada Cahaya Baru.
Dan, tambahnya, selama ia menjabat ada lima program prioritas nasional dan program tersebut juga sudah disusun dan iapun berharap bisa dijalankan secara konsisten, selaras dan sesuai dengan target yang ditetapkan.
Bupati Maryoto menjelaskan, lima progran tersebut di antarannya adalah peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur untuk peningkatan perekonomian, efisiensi birokrasi dan regulasi, transformasi ekonomi untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Tulungagung. “Untuk bidang masing-masing juga harus tercapai pada tahun ini,” paparnya.
Masih menurut Bupati Maryoto, saat ini memasuki tahun prima RPJMD dan diwajibkan menyusun RPD atau rencana pembangunan daerah. Sebab, RPD itu nantinya menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan Pj Bupati.
“Dasarnya RPD, dan RPD ini juga sudah rampung pada bulan Maret 2023 dan akhir Maret 2023 kemarin sudah di Perdakan serta sudah disampaikan paparan di provinsi,” jelas bupati.
Masih kata bupati, pihaknya juga sudah menyusun capaian-capaian kinerja. Dan, harapnya, keberhasilan ini nantinya tetap ditindaklanjuti oleh bupati selanjutnya atau Pj Bupati.
“Kita sudah menyusun capaian-capaian dan capaian itu sudah kita sampaikan, dan disetiap indikator Insyaalloh sudah tercapai. Sedangkan juga telah RKPD disusun,” paparnya.
Bupati Maryoto menambahkan, sejalan dengan penurunan kemiskinan Makro, angka kemiskinan ekstrem terus mengalami penurunan. Bahkan, kini,
Tulungagung menjadi daerah yang satu-satunya di Jawa Timur yang jumlah penduduk miskin ekstremnya 0 persen.
“Jumlah penduduk ekstrem 0 persen hanya ada di Tulungagung. Jadi kita tetap pertahankan, jangan sampai rentan miskin jatuh ke miskin ekstrim,” beber Bupati Maryoto sembari mengatakan, kalau dirinya juga genjot penanganan kesehatan dan infrastruktur, khususnya di wilayah selatan.(Hsu)
