CB, TULUNGAGUNG-Empat bulan lalu atau tepatnya 1 Mei 2023 lalu, beberapa sultan se-nusantara telah berkumpul dalam acara
Grebeg Agung Bhineka Tunggal Ika di Tulungagung. Mereka, para sultan agung, berkempul di Tulungagung setelah mendapat undangan Ketua Panitia Raden Ali Sodik dalam acara tersebut.
Rasa kepuasan ketua panitia saat acara Grebek Agung Bhinneka Tunggal Ika saat itu, yakni para sultan agung itu tak beranjak kaki alias tetap setia hingga acara Grebek Agung selesai. Dan, ketua panitia ini juga bakal mengagendakan kegiatan positif ini dari tahun ke tahun.
Namun, pada saat berkumpulnya para sultan yang saat itu juga di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso Tulungagung, ada hal penting yang akan terus dilakukan. Sehingga, mereka para sultan, bakal kembali menghidupkan peninggalan-peninggalan para pendahulu yang hampir terlupakan.
Saat itu, mereka para sultan yang bertemu dalam Grebek Agung dan memilih di Kabupaten Tulungagung, mengingat Tulungagung menjadi barometer Nusantara dan Tulungagung yang memiliki makna pertolongan besar dan itupun telah lama digembar-gemborkan oleh Raden Ali Sodik.
Bahkan, dari olah batin para Sultan yang berkumpul di Tulungagung saat itu,
kelak Kabupaten Tulungagung bakal memberi kontribusi atau pertolongan besar untuk Nusantara, dan dengan nama Tulungagung ini Kebangkitan Tunggal Ika menjadi satu.
“Kan sudah saya sampaikan beberapa bulan lalu, kedatangan para Sultan se-Nusantara ini menjadi motivasi bagi lembaga adat seni di Tulungagung menjadi satu,” kata Raden Ali Sodik kepada Cahaya Baru via WhatsApp, Senin (28/08)
Mengingat Kabupaten Tulungagung sebagai kota barometer Indonesia, imbuhnya,
hari ini (Senin 28/08, red) di Jakarta telah di gelar Musyawarah Agung Luar Biasa (MALB) para Majelis Agung Raja Sultan Indonesia atau Marsi. Dan, dari hasil musyawarah besar ini telah menetapkan Sultan Khoirul Saleh menjadi sebagai Ketua Agung dan Iskandar Mahmud Badaruddin sebagai Sekretaris Agung.
Musyawarah agung ini sendiri, imbuhnya, telah digelar oleh pengurus-pengurus inti dari ratusan raja sultan. Dan, acara sendiri ini berawal dari komunikasi Marsi yang datang di Tulungagung.
“Organisasi ini sudah lama, satu-satunya organisasi raja sultan yang dibentuk Pemerintah RI,” jelas Raden Ali yang dalam musyawarah agung ini didapuk sebagai Sekretaris Sidang.
Kedepannya, organisasi ini bakal menggalang lagi semua raja sultan yang ada di negeri ini, mengingat banyak yang meninggal. “Sehingga data basenya itu data lama, sehingga akan memperbarui nama-nama kerajaan sekaligus meningkatkan adat budaya yang ada di Indonesia,” jelas Sodik seraya mengatakan bahwa organisasi ini lama vakum, sehingga dilaksanakan musyawarah agung tersebut.
Masih kata Raden Ali, usai acara musyawarah agung ini kelar bakal dibentuk pengurus-pengurus baru yang ada di daerah. “Setelah dilantik oleh PMK, nanti akan dilanjutkan pengurus yang ada di daerah-daerah,” paparnya.(Hsu)
