CB, TULUNGAGUNG-Upaya memberi pandampingan pada masyarakat, khususnya kalangan bawah terus dilakukan oleh PSM Lidra Tulungagung. Tak tanggung-tanggung, pendampingan yang dilakukannya itu tidak dipungut biaya alias gratis.
Hal tersebut yang disampaikan Ketua PSM Lidra Menam Maulana. “Semua itu bertujuan agar masyarakat kalangan bawah (pedesaan, red) bisa mendapatkan pendampingan secara maksimal,” kata Menam Maulana kepada Cahaya Baru, Sabtu (02/09).
Untuk memaksimalkan kinerja PSM Lidra, lanjut pria kelahiran Kalimantan ini, tentu dirinya tak bisa berjalan sendiri. Dan, upaya bisa memenuhi target pada tahun 2025, yakni memiliki koordinator di setiap kecamatan, iapun memberi peluang pada mereka yang memiliki kepedulian dan potensi bergabung di lembaganya.
“Saat ini PSM Lidra membuka beberapa perwakilan di kecamatan, dan pada 2025 seluruh kecamatan se-Kabupaten Tulungagung Lidra akan segera memiliki koordinator masing-masing,” ungkapnya.
Perekrutan itu, imbuhnya, adalah upaya menyediakan pendampingan untuk masyarakat dan pemantauan program-program pemerintah pusat untuk pemerintah desa bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Dengan begitu, perkembangan desa semakin maju dan berkembang masyarakat desa tidak lagi menjadi masyarakat yang tertinggal, namun masyarakat yang maju seperti yang ada di perkotaan,” paparnya.
Sementara itu, upaya memenuhi target di 2025, PSM Lidra pada Minggu 3 September 2023 bakal mengangkat Musyony Mustofa sebagai koordinator di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Pucanglaban dan Kecamatan Kalidawir.
“Ya, ini wujud PSM Lidra ingin sekali mempermudah menjaring suara masyarakat,” kata Maulana seraya mengatakan kalau wartawan Cahaya Baru juga harus hadir dalam acara tersebut.(rul)
