CB, TULUNGAGUNG – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Senin (04/12), menggelar acara sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dilaksanakan di gedung pertemuan milik Dinas Pendidikan setempat. Diharap, sosialisasi yang diikuti oleh ratusan guru Sekolah Dasar (SD) ini merupakan upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah yang lebih baik lagi.
Disisi lain, sosialisasi ini sendiri untuk memenuhi hak-hak dan perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidik. Hal itu yang disampaikan Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung DR. Suharni MPd, MM usai membuka sosialisasi sekolah ramah anak.
“Semoga dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap kepada seluruh guru dan pihak sekolah untuk dapat menerapkan konsep sekolah ramah anak ini berjalan dengan baik dan melahirkan anak-anak didik yang mempunyai potensi yang dapat kita banggakan,” kata Suharni kepada cahayabaru.id, Senin (04/12).
Dan, lanjut Suharni, terkait sekolah ramah anak ini memang suatu keharusan. Karena, menurutnya, hal ini sudah tertuang dalam amanat undang-undang dasar, yakni dalam mencerdaskan anak bangsa dan melindungi seluruh anak bangsa.
Karena, sekolah sebagai tempat menyemaikan SDM yang unggul, sehingga pihaknya pun harus memfasilitasi dengan perangkat-perangkat untuk kedepan bisa melahirkan SDM yang unggul, diantaranya adalah sekolah ramah anak tersebut.
“Sekolah ramah anak sebetulnya oleh tokoh pendidikan kita (Ki Hadjar Dewantara, red) sudah dilakukannya, dan kita Wajid meneruskannya,” jelasnya.
Disinggung soal bagaimana cara memberi pemahaman soal penggunaan handphone yang baik bagi siswa, iapun mengakui bahwa di era digital ini, yakni dalam kesehariannya anak-anak jaman sekarang tak pernah lepas dari handphone.
“Maka dari itu, kita menyampaikan kepada guru-guru bagaimana agar anak-anak itu diberi pendampingan, pemahaman terkait dengan bagaimana memanfaatkan handphone untuk kegiatan yang positif, yaitu kegiatan utamanya kegiatan yang mendukung proses belajar mengajar,” jelasnya.
Untuk itu, imbuhnya, pihaknya pun tak henti-hentinya menyampaikan kepada guru agar tetap memberikan pemahaman kepada murid-muridnya.
“Dan kita juga sering menyampaikan kepada pihak sekolah untuk memberi pemahaman kepada murid-murid, bahwa handphone itu juga bermanfaat, akan tetapi juga ada segi-segi nagatifnya,” ujarnya.
Masih kata Suharni, dirinya sangat berharap pada pihak sekolah, masyarakat dan orang tua agar bisa bersinergi dalam memberikan pemahaman pada anak-anak agar bisa memanfaatkan handphone itu untuk segi-segi positif.
”Sehingga anak-anak harus tau konten itu baik untuk anak. Disisi lain, kita harus menyiapkan sesuai jamannya, dan sebagai orang tua itu harus mengawal dan harus tetap memberi pendampingan,” kata Suharni seraya mengatakan bahwa sosialisasi sekolah ramah anak ini digelar selama empat hari.(Hsu)
