CB, TULUNGAGUNG – Kisaran enam puluh hari lagi, Pilihan Presiden (Pilpres) dan Pilihan Legislatif (Pileg) bakal digelar. Tentu pula para peserta pemilu diberi kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, program, dan citra diri mereka kepada publik.
Perlu diketahui, profesi anggota legislatif dinilai terhormat oleh banyak kalangan, termasuk masyarakat. Dengan mengemban peran sebagai wakil rakyat, anggota legislatif memiliki otoritas yang signifikan dalam menentukan roda pembangunan.
Jika melihat peran dan kedudukannya, maka tidak sembarangan politikus yang layak duduk di posisi itu. Tentu, harus ada kriteria tepat yang diberlakukan oleh negara dan partai politik dalam meloloskan seseorang menjadi calon anggota legislatif (caleg).
Sedangkan kriteria yang dimaksud caleg harus memiliki kapasitas, wawasan luas dan kemampuan kepemimpinan yang mumpuni. Selain itu, memiliki moralitas atau akhlaqul karimah yang merupakan pondasi dalam mengemban amanat dari masyarakat.
Tentu pula, caleg juga harus punya kemampuan finansial serta kebutuhan biaya menjadi konsekuensi logis bagi calon anggota legislatif. Biaya yang dimaksud bukan untuk menyuap masyarakat, namun untuk akomodasi kegiatan kampanye dan sosialisasi.
Yang terpenting lagi, sudah saatnya masyarakat cerdas dalam memilih dan memilah calon pemimpin alias tak asal pilih kucing dalam karung. Sehingga, masyarakat harus cerdas dan mampu memahami calon wakilnya yang hendak dipilih.
Berbicara semua ini, tentu masyarakat Tulungagung bakal ingat dengan sosok Heru Tjahjono yang pernah dua periode menjabat Bupati Tulungagung. Karena, selama menjabat, pria yang pernah menduduki jabatan Sekdaprov Jatim ini kiprahnya di Kota Marmer tak bisa diragukan lagi. Bahkan, selama menjabat, ia telah banyak mengukir prestasi dan mendapatkan segudang penghargaan.
Selain banyak mengukir prestasi dan memborong segudang penghargaan di tingkat provinsi maupun pusat, Heru Tjahjono juga sangat dikenal familiar. Tak heran, setelah ia tak lagi menjabat Bupati Tulungagung, banyak orang yang merasa kehilangan. Tentu, semua ini, karena pria yang pernah menjadi Kepala Dinas PUPR Tulungagung enggan obral janji, akan tetapi lebih mengedepankan hasil karya riil.
Tak heran, selama menduduki jabatan Bupati Tulungagung dan dalam menentukan roda pembangunan di Kabupaten Tulungagung, kala itu Tulungagung
tak bisa dipandang dengan sebelah mata oleh kabupaten/kota lainnya.
Untuk bisa ikut kembali membangun Tulungagung kedepan, Heru Tjahjono (yang dikenal dengan mottonya Guyub Rukun, red) kini ikut berkompetisi atau mencalonkan diri sebagai DPR RI Dapil 6 lewat Partai Golongan Karya atau Golkar, yakni meliputi daerah pilihan Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung.
Saat ditemui di Posko kemenangan, tepatnya di timur Kontor Kelurahan Kepatihan, kebiasaan bercanda Heru Tjahjono pun tak pernah pudar. Bahkan, saat dikonfirmasi soal pencalonannya itu, iapun hanya sedikit memberikan statement.
“Mohon doa dan restunya saja, semoga nanti bisa mengemban amanat dari masyarakat,” kata Dr. Ir. Heru Tjahjono MM seraya mengatakan tolong jangan sampai menjelek-jelekkan orang lain.
Sementara itu, sejumlah warga masyarakat Tulungagung yang berhasil di temui media ini merasa senang dengan munculnya sosok Heru Tjahjono yang kini mencalonkan diri sebagai calon DPR RI. Mereka pun berharap, bila nanti terpilih bisa kembali ikut cawe-cawe memajukan Tulungagung.
“Setelah mengetahui beliaunya mencalonkan DPR RI, kami merasa senang. Harapan kami, bila nanti mendapatkan ridhoNya dan beliaunya terpilih, semoga tetap bisa memberi sumbang sih untuk Tulungagung semakin tambah maju dan semakin lebih baik lagi,” ungkapnya.(Hsu)
