Kunjungi Tiga Warkop Cethe, Heru Tjahjono Celeg DPR RI Dari Partai Golkar Menuai Banyak Doa Dari Masyarakat 

CB, TULUNGAGUNG – Selain dikenal dengan sebutan Kota Marmer, Tulungagung juga melekat dengan julukan Kota Cethe. Dan, kata ‘cethe’ merupakan serapan dari ampas kopi yang dituangkan di lepek. Saking melekatnya dengan cethe alias nyethe, para penghobi perokok mengoleskan endapan kopi atau ampas pada batang rokok satu demi satu.

Tak heran, Tulungagung ini dikenal dengan kota seribu warung kopi, dikarenakan saking banyaknya warung kopi yang saban hari menyediakan kopi cethe. Dan, asal muasal warung kopi cethe kali pertama di Tulungagung ini  terletak di wilayah Kecamatan Kauman, tepatnya Desa Bolorejo.

Sedangkan penggagas kopi cethe kali pertama ini adalah seorang bernama Waris, dan hingga kini nama ‘Kopi  Waris’ sangat melegendaris. Setelah sang penggagas kopi cethe ini sudah tidak ada lagi, warung kopi cethe yang kini diteruskan anak cucunya tak pernah sepi pengunjung.

Selain warung kopi cethe waris, warung kopi cethe milik Mak Tin (tepatnya di depan samping warung kopi cethe waris, red) ini juga tak pernah sepi pengunjung. Dan, untuk bisa menyapa kembali masyarakat Tulungagung, Kamis (28/12), Caleg DPR RI dari Partai Golkar Dr. Ir Heru Tjahjono MM ini mengunjungi warga Bolorejo dan sekitarnya saat lagi asyik ngopi atau nyethe.

Kedatang pria yang pernah menjabat Bupati Tulungagung dua periode (2003-2008 dan 2008-2013, red) membuat kaget dan haru saat ia masuk di warung kopi cethe milik Mak Tin itu. Kehadiran pria yang pernah menduduki jabatan Sekdaprov Jatim ini pun disambut hangat, dan tentu semua itu karena Heru Tjahjono pernah membawa nama Tulungagung pernah moncer di masanya.

Sudah menjadi kebiasaan, Heru Tjahjono yang lewat Dapil 6 dengan wilayah  Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten/Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung yang mendapat Nomor Urut 4 ini langsung duduk di kursi dan berbaur dengan para penghobi cethe tersebut.

“Mohon doa restunya saja, semoga nanti bisa ikut membangun Tulungagung kembali semakin lebih baik,” kata pria kelahiran Jogja 6 Maret 1961 dan yang langsung diamini puluhan orang yang ada di warung kopi cethe Mak Tin.

Berkisar 30 menit, Heru Tjahjono yang semasa menjabat Bupati Tulungagung dan yang dikenal dengan Guyub Rukun ini, langsung bertandang ke waktu kopi cethe Waris. Di warung kopi cethe waris ini, menyalami satu persatu orang yang lagi asyik nyethe. Usai menyalami para penghobi cethe, Heru Tjahjono langsung nyelonong masuk ke dalam, dan ia menemui ibu-ibu yang lagi menggoreng bahan cethe alias kopi. Karuan saja, ibu-ibu itu langsung kaget didatangi pria yang perna jadi bupatinya itu.

Rasa panas api dari tungku tempat penggorengan kopi itu tak membuat Heru Tjahjono beranjak dari tempat itu. Malahan, ia betah berlama-lama dan bernostalgia bak acara reunian, walaupun bercucuran keringat akibat panasnya api itu.

“Mugi njenengan diparingi kesehatan, kelancaran ugi mugya sukses  dados DPR RI (Semoga bapak diberi kesehatan, kelancaran dan sukses terpilih jadi DPR RI,” kata ibu-ibu ini sembari minta poto bareng Heru Tjahjono.

Setelah keluar dari tempat penggorengan kopi itu, Heru Tjahjono yang juga Komisaris Bank Jatim ini menuju tempat mobil yang di parkir halama milik seorang dokter yang ada disekitar warung kopi cethe tersebut. Namun, sebelum sampai di parkiran, banyak warga yang sudah menunggu yang ingin bersalaman dan poto bareng dengannya.

Yang membuat haru, mereka para warga itu mendoakan dan diharap mantan Bupati Tulungagung ini bisa sukses dan terpilih menjadi DPR RI. “Semoga sukses dan terpilih menjadi DPR RI pak,” kata warga Desa Bolorejo ini usai poto bareng Heru Tjahjono.

Dan, usai dari warung kopi waris ini, Heru Tjahjono yang dikawal tim sukses serta simpatisannya itu menuju sebuah warung kopi Kabul, tepatnya di Desa Balerejo Kecamatan Kauman. Di warung kopi Kabul ini, ia dan rombongannya terlihat betah karena semilir angin,  yang kebetulan di sebelah ‘Warung Kopi Kabul’ ini berdekatan dengan area persawahan yang padinnya mulai menguning itu.

Karena acara berkunjung di warung-warung kopi cethe ini tak direncanakan, tentu membuat warga yang kedatangan Heru Tjahjono ini pun kaget. Bahkan, saat bertandang di warung kopi Kabul ini, ia tak sengaja dan ketemu mantan anak Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, sedang asyik ngopi bareng dengan rekan-rekannya.

Tak pelak, ngobrol dengan anak mantan bupati dan kisaran satu jam lebih itu sangat terlihat gayeng, dan apa yang dibahasnya itu pun cahayabaru.id tak mengetahui. Hanya, pada waktu ngobrol bareng mantan Bupati dan anak mantan Bupati Tulungagung terdengar celoteh seorang yang lagi asyik ngopi dengan kata ‘Pak Heru, mantan bupatiku’.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *